Koresponden: Ir Sihana Yuliarto, Tanjungsari

Tanjungsari | Pandemi Covid-19 belum juga beranjak dari bumi kita yang tercinta Kabupaten Gunungkidul. Info terakhir yang disampaikan oleh Dewi Irawaty, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul, bahwa pasien Covid-19 yangdirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Wonosari justru bertambah.

Dengan demikian, orang yang positif juga bertambah, meski kita akui yang sembuh juga bertambah,” tambah Dewi Irawaty.

Semakin bertambahnya penderita Covid-19 di Gunungkidul, maka akan semakin luas pula dampak yang ditimbulkan, antara lain dengan kebijakan ditutupnya wisata pantai guna mencegah penularan dan penyebaran Covid-19.

Dampaknya banyak penduduk yang mencari nafkah dipantai kehilangan mata pencarian. Pedagang sudah tidak dapat berdagang lagi, usaha penginapan pun menjadi sepi, pengusaha rumah makan terpaksa tutup dan aneka usaha lainnya.

Selain itu, ditambah pula banyak perusahaan yang terpaksa merumahkan karyawannya dengan alasan sudah tidak berproduksi, tidak mampu memberikan gaji. Tentu saja, kondisi ini semakin meningkatkan angka pengaguran di masyarakat, semakin banyaknya masyarakat yang tidak mampu memenuhi kebutuhan pokoknya yaitu pangan.

Oleh karena itulah, Balai Penyuluh KB Kecamatan Tanjungsari menyambut gembira dengan adanya kepedulian dari donatur, seorang hamba Allah di Bantul, DIY, yang menyalurkan zakat malnya kepada warga terdampak pandemi Covid-19 di Desa Kayubimo, Tanjungsari.

Kegiatan yang difasilitasii oleh BPKB Tanjungsari itu dilaksanakan pada Senin (27/04), di Balai Padukuhan Kayubimo, yang merupakan wilayah Kampung KB di Kecamatan Tanjungsari. Penyaluran zakat mal mengikuti protokol pencegahan Covid-19, di mana prosesinya dilakukan secara bertahap, bergilir, per 10 (sepuluh) warga penerima zakat (mustahik).

PKB Girisubo yang hadir ke lokasi, Sabrur Rohim, SAg, MSI, mewakili donatur/muzakki, mengatakan bahwa zakat mal yang diberikan kepada warga Kayubimo sebanyak 50 paket, masing-masing berupa beras seberat 5kg.

“Kami berkoordinasi dengan penyuluh KB di Tanjungsari, dan kemudian dipilih Kampung KB Kayubimo. Sasarannya diutamakan adalah KK miskin yang tidak tersasar program subsidi pemerintah, seperti BLT dan PKH. Saya mewakili donatur mengucapkan terimakasih kepada PKB dan kadus yang sudah membantu kami memfasilitasi penyaluran zakat mal ini. Mohon doanya, semoga pentasarufan salah satu rukun Islam ini bisa membawa keberkahan, kemaslahatan, di dunia dan akhirat, baik bagi pemberi (muzakki) ataupun penerimanya,” kata Sabrur.

Pada sambutannya, Sutino, Dukuh Kayubimo, mengucapkan banyak terimakasih atas kegiatan penyaluran zakat mal, di mana Padukuhan Kayubimo menjadi sasaran peyaluran dalam bentuk beras sebesar 5 kg.

“Beras tersebut jelas sangat berguna bagi masyarakat, karena masyarakat Padukuhan Kayubimo kebanyakan bekerja berdagang di pantai, dan pada masa pandemi Covid-19 terpaksa berhenti berdagang karena kondisi pantai ditutup sampai waktu yang belum ditentukan. Sekali lagi kami mewakili warga menghaturkan terimakasih, semoga ibadah penyaluran zakat mal ini diterima di sisi Allah, rezekinya diberi kelimpahan dan keberkahan,” kata Sutino.

Menurut Sabrur, selain di Padukuhan Kayubimo, Kemadang, Kecamatan Tanjungsari, kegiatan pembagian zakat mal dari donatur Bantul, DIY, juga dilaksanakan di Kecamatan Tepus, Kecamatan Semanu, dan Kecamatan Girisubo.

Ir Sihono Yuliarto, selaku Penyuluh KB Tanjungsari, pada kesempatan sambutannya menyampaikan terima kasih kepada Sabrur Rohim, dan mohon diteruskan kepada donatur, yang telah berkenan memilih penyaluran zakat malnya di wilayah Padukuhan Kayubimo.

“Saya sangat berharap, ada dermawan-dermawan lain yang terketuk hatinya untuk memberikan sebagian hartanya untuk membantu masyarakat yang terkenan dampak Covid-19, yang jumlahnya semakin bertambah dari waktu ke waktu. Sehingga, akan semakin banyak warga yang terbantu,” pungkas Yuli.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *