Pada hari Rabu (18/3) di Desa Giripanggung dilaksanakan penilaian Lomba Desa oleh

Tim Evaluasi Tingkat Kabupaten Gunungkidul. Rombongan Tim Penilai Tingkat Kabupaten Gunungkidul yang dipimpin oleh Sujoko, SSos, MSi, Kepala Dinas DP3AKBPM&D Kabupaten Gunungkidul pada jam 11.03 WIB tiba di Padukuhan Kropok, disambut oleh Camat Tepus beserta Forumkompinca, OPD Kecamatan Tepus, Kepala Desa beserta Perangkat, Panitia Lomba Desa, Lembaga Desa dan Padukuhan , Dukuh RT, RW, PKK, Karang Taruna, berserta Lapisan warga masyarakat Desa Giripanggung.

Kemudian, Ketua Tim Penilai dikalungi karangan bunga melati dan disematkan caping oleh sepasang remaja Genre dari Padukuhan Kropak. Selanjutnya Sujoko beserta rombongan Tim Penilai diantarkan ke lokasi budidaya Kelompok Ternak Mendo Raharjo. Rombongan Tim diperlihatkan cara budidaya ternak kambing dan kegiatan yanduwan.

Selanjutnya rombongan Tim diantar ke Balai Padukuhan Kropak untuk menyaksikan acara, Deklarasi Berani Hidup, yang diikrarkan oleh Karang Taruna Tunas Harapan Desa Giripanggung yang isinya ada 5 poin yaitu tentang:
1. Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan menjalankan ibadah sesuai agamanya.
2. Berfikir dan bertindak secara positif.
3. Bersyukur atas karunia hidup yang diberikan oleh Tuhan
4. Menghadapi masalah fokus kepada solusi.
5. Menjaga kesehatan jiwa dan raga.

Kemudian rombongan Tim dipersilahkan melihat tradisi masyarakat Padukuhan Kropok, Kenduri Medali, yang mensyukuri hasil pertanian panen raya jagung. Semua rombongan Tim diajak menikmati makan jagung rebus bersama masyarakat.

Kemudian Sujoko beserta rombongan Tim diantarkan ke Padukuhan Ngampel. Sampai di Padukuhan Ngampel, Tim disambut oleh Dukuh, dan Lembaga LPMP, RT, RW, PKK, Dasa Wisma, Unit Karang Taruna dan masyarakat Padukuhan Ngampel.

Oleh panitia tingkat Padukuhan Ngampel, rombongan Tim dipersilahkan melihat administrasi Padukuhan, RT, RW, LPMP, posyandu balita, dasawisma, rumah sehat , gardu ronda/kamtibmas, dan bazar hasil olahan makanan kelompok UPPKS dan hasil pertanian masyarakat Padukuhan Ngampel.
Di Padukuhan Ngampel juga ditampilkan kesenian tradisional berupa karawitan dan tari Ketek Ongleng dan senam cuci tangan pakai sabun yang lazim disebut senam CTPS.
Selanjutnya panitia Padukuhan Ngampel memohon kepada Ketua Tim, Sujoko, SSos, MSi, untuk menyampaikan sambutan dan pengarahan.

Dalam sambutannya Sujoko mengatakan bahwa rombongan Tim merasa senang kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh masyarakat dari Padukuhan Kropok dan Ngampel, yang tampak sekali sangat kompak dan maju serta bergotong-royong dalam membangun kemajuan padukuhan. Ini, kata Sujoko, terlihat dari segi ekonomi dan fasilitasi pembangunan yang sangat maju walaupun jauh dari pusat perkotaan.

Sujoko juga mengapresiasi warga masyarakat yang begitu kompak dan masih kental dengan tradisi Jawa dan perdesaan. Sujoko memohon agar tradisi Jawa dilestarikan sebagai modal untuk membangun desa dan demi kemakmuran masyarakat, demikian Kepala DP3AKBPM dan D Gunungkidul mengakhiri sambutannya.
Selanjutnya rombongan Tim dipersilahkan menuju ke Padukuhan Gupakan. Sampai di Padukuhan Gupakan rombongan Tim Penilai dihadang dan disambut dukuh setempat, lembaga dusun,  beserta semua lapisan warga masyarakat.

Rombongan Tim kemudian dipersilahkan melihat simulasi kegiatan Kelompok BKB, BKR, BKL, simulasi pola asuh anak dan kegiatan Yandu lansia. Selain itu, rombongan Tim Penilai disuguhi sajian hiburan tradisional gejok lesung yang ditampilkan oleh kelompok lansia dari Padukuhan Gupakan.

Selanjutnya, oleh Kepala Desa Giripanggung, rombongan Tim Penilai diantarkan ke Padukuhan Klopoloro 2 menuju areal budidaya buah naga. Rombongan Tim diterima oleh petani buah naga yang sukses, seorang lansia, yakni Hadi Supiyanto, yang lazim di wilayah Desa Giripanggung dipanggil Mbah Hadi Naga.  Oleh Mbah Hadi, rombongan Tim diajak memetik buah naga sendiri-sendiri. 
Kemudian rombongan Tim diantarkan menuju Balai Desa Giripanggung. Sampai di Balai Desa, rombongan Tim diterima oleh Kepala Desa dan perangkat, lembaga desa, dan panitia Lomba Desa Giripanggung beserta lapisan masyarakat yang telah memenuhi kompleks Balai Desa.

Rombongan Tim Penilai menikmati sajian karawitan oleh kelompok PKK Desa Giripanggung dan Kelompok Paduan Suara oleh PKK Desa Giripanggung.

Kemudian acara dilanjutkan pemaparan profil desa oleh Ngadi, Kepala Desa Giripanggung.

Kata Ngadi,paparan ini mengacu pada profil desa dalam kurun waktu tahun 2018 sampai dengan tahun 2019. Visi Desa Giripanggung, kata  Ngadi, adalah: Mewujudkan Desa Giripanggung yang Maju, Demokratis dan Sejahtera Berdasarkan Nilai-nilai Budaya.
Luas wilayah Giripanggung adalah 2012.3930 hektar,  yang secara administratif Desa Giripanggung terdiri dari 14 Padukuhan, 25 RW dan 60 RT. Adapun jumlah penduduk sebanyak 6.340 jiwa dan jumlah KK sebanyak 1.774 KK. Desa Giripanggung dalam pelaksanaan pemerintahan beruntung karena didukung prasarana perkantoran, serta SDM dan SDA yang potensial untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Dalam pelaksanaan kinerja, Desa Giripanggung sudah memakai aplikasi seperti SIAK, SISKEUDES, SID, PRODESKEL dan Website Desa. Lanjut Ngadi, bahwa dalam melayani masyarakat, Desa Girpanggung berpegang pada Motto, Pelayanan PRAKTIS yaitu: Profesional, Ramah, Amanah, Komunikatif, Tertib, Informatif, Solutif.  Untuk pengelolaan APBDes, kata Ngadi, sifatnya terbuka transparan, sehingga masyarakat bisa mengawasi dan dapat memberikan masukan dan semua dipublikasikan melalui media baliho.

Untuk menciptakan SDM yang memadai, Desa Giripanggung mempunyai prasarana baik segi pendidikan maupun dari segi kesehatan. Adapun sektor pendidikan terdapat PAUD/Kelompok Bermain, TK, SD/MI, SMP, SMK. Sedangkan sektor kesehatan ada Puskesmas, Polindes, Pustu, Bidan Praktek Mandiri, Posyandu, Posbindu, Desa Siaga dan Padukuhan Siaga.

Ngadi melanjutkan, bahwa untuk menumbuhkan perekonomian masyarakat Desa Giripanggung tersedianya SDA yang sangat potensial, lahan pertanian sangat luas yang hasil pertanian dimanfaatkan industri rumah tangga olahan makanan bahan lokal, sehingga dapat menciptakan lapangan pekerjaan, pemberdayaan dan meningkatkan perekonomian masyarakat.

Selanjutnya, kata Ngadi, soal keberadaan kamling dirasa sangat kondusif sehingga wilayah Desa Giripanggung aman, menciptakan rasa tentram dan nyaman, demikian Ngadi mengakhiri pemaparannya.

Kemudian dilanjutkan sambutan oleh Sujoko, SSos, MSi, Ketua Tim Penilai. Kata beliau, Rombongan Tim sangat puas dari diterima di Padukuhan Kropak, Ngampel, Gupakan, Klopoloro 2, sampai di Balai Desa Giripanggung.

Penampilan kegiatan-kegiatan oleh warga masyarakat, ujar Sujoko, sangat beragam dari pedukuhan satu dengan yang lain. Sujoko mengapresiasi kepada Karang Taruna Tunas Harapan Desa Giripanggung yang telah mendeklarasikan gerakan Berani Hidup. Ini merupakan satu-satunya desa dari 15 Kecamatan di Kabupaten Gunungkidul yang dinilai mendeklarasikan gerakan yang sangat bagus ini. Ini menarik, kata Sujoko, karena anak-anak muda merupakan harapan dan penerus kita harus punya komitmen dan perencanaan yang baik untuk ke depannya.
Lanjut Sujoko, bahwa padukuhan-padukuhan yang telah dikunjungi walaupun sangat pelosok tetapi kemajuan luar biasa tidak kalah dengan padukuhan yang dekat dengan Balai Desa. Masyarakat masih kental dengan gotong royong ini dibuktikan keberadaan jalan sudah baik, perumahan-perumahannya bagus.

Sujoko memberikan aplaus kepada masyarakat Desa Giripanggung yang masih melestarikan seni dan budaya dengan adanya penampilan kerawitan, ketek Ongleng dan Kenduri Medali yang diselenggarakan masyarakat di Padukuhan Kropok dalam rnagka mensyukuri hasil panen jagung.

Mengakhiri sambutannya, Sujoko mengapresiasi  kelompok paduan suara yang menyanyikan lagu, Giripanggung Makmur, ciptaan dari Kepala Desa Giripanggung. Karena sangat terkesannya, Sujoko memberikan saweran yang diikuti rombongan Tim Penilai.

Kemudian acara dilanjutkan sambutan pelepasan oleh Alsito, SSos, Camat Tepus. Menurut Alsito, bahwa pelaksanaan penilaian Lomba Desa dari awal sampai penilaian akhir di Balai Desa sudah selesai dilaksanakan oleh Tim Penilai Tingkat Kabupaten Gunungkidul dengan sukses, dan Camat mengucapkan terimakasih kepada Kepada Pemerintah Desa dan Lembaga Desa serta seluruh warga masyarakat Desa Giripanggung telah mendukung dan menanggapi rombongan Tim Penilai dengan baik.
“Lomba desa ini bukan semata-mata mencari juara, tetapi evaluasi sejauh mana pelaksanaan pemerintahan yang sedang dan telah dilakukan oleh pemerintah desa, lembaga desa dan warga masyarakat Desa Giripanggung, dan harapannya pelaksanaan kedepannya akan lebih baik,” kata Alsito.

“Saya, atas nama pemerintah di Kecamatan Tepus Alsito memohon maaf kepada Ketua Tim beserta rombongan apabila ada hal-hal yang tidak berkenan dalam menanggapinya,” demikian Alsito mengakhiri sambutan.(*)

[Edy Subambang, SSos, PKB Tepus dan Ketua DPC IPeKB Gunungkidul]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *