Semarak Lomba Desa atau yang biasa disebut dengan Evaluasi Perkembangan Desa sudah berjalan dari beberapa waktu yang lalu. Desa Kepek adalah wakil dari Kecamatan Saptosari untuk maju lomba desa tahun 2020 ini.

Senin (16/03), Ketua Tim Penilai, Sujoko, SSos, MSi, menghadiri acara Lomba Desa di Desa Kepek Kecamatan Saptosari. Penyambutan Tim Penilai sangat meriah dengan digelar pawai dari kreasi siswa SMK N 1 Saptosari yang memakai busana kreasi mereka sendiri dengan tema “Manuk Bido” dan di belakang pawai berjajar prajurit Lombok Abang yang dikomandoi oleh anggota TU dan staf karyawan SMK N 1 Saptosari.

Sujoko selaku Ketua Tim Penilai Lomba Desa, Jarot Hadiatmojo, SIP, MSi selaku Camat Saptosari, beserta Suhut, SH selaku Kepala Desa Kepek, menaiki jeep bersama untuk berkeliling menuju sampel-sampel yang nantinya akan menjadi titik penilaian. Ada beberapa sampel perlombaan, di antaranya adalah Kampung Literasi dari TBM Kuncup Mekar, Kampung KB Dusun Wareng, Rumah Sehat dan terakhir adalah penilaian administrasi BPD yang bertempat di Balai Desa Kepek.

Kampung Literasi dari TBM Kuncup Mekar
Kampung Literasi yang dikelola oleh TBM Kuncup Mekar Dusun Kepek ini sudah jatuh pada generasi ketiga, di mana kegiatannya digawangi oleh pemuda Dusun Kepek dan juga PIK-R Jati Desa Kepek yang sudah banyak mendapatkan gelar juara di kancah nasional. Salah satunya, kegiatannya sudah diliput di acara “Kick Andy” di salah satu TV swasta nasional.

Banyak kegiatan yang ada di Kampung literasi tersebut diantaranya adalah One Home One Library di mana setiap rumah ada perpustakaan kecil di pojok rumah. Terdapat rak kecil disamping pojok rumah berisi berbagai macam buku yang dapat di baca oleh masyarakat, sehingga diharapkan warga masyarakat Dusun Kepek khususnya dapat “melek aksara” dan dapat memberantas buta aksara. Karena buku adalah jendela dunia, diharapkan masyarakat dapat membaca buku untuk menambah wawasan dan menambah ilmu pengetahuan.

Kegiatan yang tak kalah serunya ialah, “Sinau Bareng”, yang setiap malam diadakan dengan anak-anak SD untuk belajar materi yang sudah diajarkan di sekolah atau sekedar mengerjakan PR bersama. Di sini ditampilkan banyak galeri-galeri foto salah satunya adalah berkunjung ke Istana Negara bertemu dengan  Presiden Republik Indonesia, Ir Joko Widodo dan berbincang mengenai perpustakaan kecil yang ada di TBM Kuncup Mekar, selain itu juga banyak foto yang terpampang yang menarik untuk dikulik ceritanya satu persatu. Kemudian disamping aula TBM terdapat gubug kecil yang digunakan untuk memajang sertifikat-sertifikat yang sudah diraih oleh TBM Kuncup Mekar.

Kampung KB Wareng
Saat Sujoko beserta rombongan Tim Penilai turun dari mobil, merek disambut dengan lansia yang melakukan senam anti stroke di tepi jalan. Semangat para lansia semakin terasa saat beberapa tim penilai mengikuti gerakan lansia untuk mengikuti senam anti stroke. Kemudian semua tim penilai lomba desa disuguhkan salawat Jawa yang digawangi oleh bapak-bapak warga Dusun Wareng. Di samping panggung atraksi salawat jawa juga digelar stand hasil olahan UPPKS Kampung KB Wareng ada walang goreng, emplek jagung, kemudian juga ada hasil bumi yaitu sayur mayur yang ditanam di sekitar pekarangan warga Dusun Wareng seperti waluh, daun waluh, daun kenikir, jawut, dan masih banyak lagi.

Sebelum melihat-lihat Rumah Data Kependudukan Kampung KB, Tim Juri diperlihatkan stimulasi Yandu Lansia yang diawali dengan pembinaan lansia dengan tema PTM (penyakit tidak menular) yang dijelaskan oleh salah satu kader lansia, yaitu Supatmi. Suasana pembinaan lansia sangat hidup karena diadakan diskusi bersama dengan lansia yang belum memahami mengenai materi yang disampaikan oleh kader BKL Makmur Dusun Wareng.

Tepat pukul 10.30 WIB, Ketua Tim Sujoko menandatangani prasasti sebagai simbol peresmian Rumah Data Kependudukan Kampung KB Wareng. Kemudian dilanjutkan dengan pemotongan pita untuk membuka pintu Rumah Data Kependudukan Kampung KB Wareng. Di sini tim penilai melihat isi Rumah Data Kependudukan berupa Data PUS dan WUS, administrasi Yandu balita, administrasi Posyandu lansia, data ibu hamil, data ibu melahirkan, data kepesertaan KB, data rumah sehat dan masih banyak lagi data yang lain. Tak lupa juga RDK ini menampilkan beberapa galeri foto kegiatan yang ada di Kampung KB Dusun Wareng, terdapat juga beberapa rak kecil berisi buku-buku bacaan yang sangat bermanfaat seperti menjadi orangtua hebat, materi promosi dan konseling kesehatan reproduksi bagi anak-anak dan masih banyak lagi buku-buku yang lain.

Sampel Rumah sehat 
Sample rumah sehat yang berada di Dusun Tileng ini disediakan dua rumah yang saling berdekatan, di dalamnya terpampang tulisan-tulisan keterangan ruangan seperti ruang tamu, ruang keluarga, tempat tidur bapak-ibu, ruang ibadah, dapur, dan juga dibelakang rumah terdapat kolam ikan yang dikelola oleh satu RT yang disamping kolam terdapat kebun empon-empon seperti kunir, jahe, lengkuas dan lain sebagainya. Disamping empon-empon terdapat kebun sayur mayur ada daun bayam, daun kenikir bahkan ada juga daun kelor yang tumbuh subur saling berdampingan. Kepala Dinas yang juga sebagai Ketua Tim Penilai sangat antusias melihat rumah sehat ini, bahkan Pak Sujoko, sapaan akrabnya, berkenan melihat ke kebun belakang rumah.

Penilaian administrasi BPD dan Puncak Acara Penilaian
Saat rombongan Tim sampai pada pelataran Balai Desa Kepek, mereka dimanjakan dengan peserta senam Desa Kepek yang berjajar menunjukkan kepiawaiannya bersenam Maumere dengan kreasi mereka sendiri. Peserta senam Desa Kepek ini diwakili oleh warga Dusun Sumuran yang menggunakan kostum merah menyala agar terpancar semangat mereka menyambut Tim Penilai di Lomba Desa Kepek hari senin ini.

Kemudian rombongan tim bergegas ke halaman Balai Desa, hal mana di sana sudah terdapat banyak stand yang digelar oleh perwakilan ibu-ibu dari 6 dusun, yaitu Dusun Tileng, Dusun Wareng, Dusun Bulurejo, Dusun Gondang, Dusun Kepek, dan juga Dusun Sumuran, tak lupa juga stand yang menyajikan makanan olahan kreasi siswa SMK N 1 Saptosari dari jurusan TPHP (Teknik Pengolahan Hasil Pertanian).

Penyajian stand sangat dibuat menarik dan semaksimal mungkin, banyak tim penilai yang memborong aneka jajanan yang ada di stand tersebut. Kemudian rombongan tim penilai memasuki pendopo Balai Desa Kepek dengan diiringi tari kreasi siswa SD dan tari kreasi siswa SMP N 1 Saptosari. Rombongan Tim Penilai sangat kagum dengan tarian siswa-siswa tersebut.

Selain itu juga ada organ tunggal dengan sinden yang merupakan warga Dusun Tileng dan Dusun Kepek sendiri. Sujoko, Ketua Tim, ikut menyumbangkan lagu yang berjudul, “Tatu”, karya sang maestro campursari Didi Kempot. Banyak dari tamu undangan yang ikut bernyanyi dan berjoget dengan Mbak Nining, nama sinden tersebut, untuk menunggu tim penilai selesai menilai administrasi BPD di ruang yang berbeda.

Kemudian menginjak acara sambutan-sambutan dan pemaparan profil desa oleh Ketua Panitia Lomba Desa dan Kepala Desa Kepek. Suhut, SH memaparkan profil singkat Desa Kepek di hadapan rombongan Tim Penilai disertai dengan hambatan dan solusi kegiatan.

Kemudian dilanjutkan dengan sambutan Ketua Tim. Sujoko mengingatkan warga masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan ditengah isu virus corona. Beliau mengingatkan untuk selalu mencuci tangan menggunakan sabun dan makan makanan yang bergizi dan selalu berolahraga. Selain itu, katanya, kita harus hindari juga tempat-tempat kerumunan keramaian agar tetap menjaga diri dari virus tersebut.

Sujoko juga menyampaikan apresiasi yang luar biasa untuk Desa Kepek yang dapat menampilkan begutu banyak sampel yang menarik. “Semoga Desa Kepek ini bisa bersaing secara prestasi dengan desa-desa lain yang sudah lama berdiri di Kabupaten Gunungkidul. Lomba Desa ini capaiannya bukan kepada juara, namun lebih kepada kebersamaan, kegotong royongan antar warga masyarakat, kebersihan lingkungan, dan tertibnya administrasi yang ada,” pungkas Sujoko.(*)

[Ahmad Ngatijo Harwanto, SSos dan Ervina Budiarti, PKB dan pramusaji Saptosari]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *