Dengan mengangkat tema, “Program Banggakencana di Era Milenial untuk Mewujudkan Kemuliaan Martabat Manusia Jogja”, Perwakilan BKKBN DIY mengadakan Rapat Kerja Daerah (Rakeda) Program Banggakencana tahun 2020.

Kegiatan dilaksanakan pada hari Rabu (11/03) di Hotel Sahid Raya Babarsari, Yogyakarta, dengan mengahadirkan segenap mitra kerja Perwakilan BKKBN DIY dan juga organisasi profesi di lingkungan propinsi DIY, tidak terkecuali IPeKB DIY dan IPeKB kabupaten/kota.

Prof drh Muhammad Rizal Martua Damanik, MRep Sc, PhD, selaku Deputi Bidang Pelatihan Penelitian dan Pengembangan BKKBN Pusat, pada sambutan pembukaannya menyampaikan, dengan adanya kegiatan Rakerda, diharapkan terjadi koordinasi dan sinkronisasi program dari semua lembaga pemerintah propinsi sampai kabupaten/kota serta peran stakeholder yang ada, agar program Banggakencana dapat tercapai, dengan tujuan akhirnya terbentuknya keluarga yang berkualitas.

Damanik juga memberikan apresiasi positif kepada Perwakilan BKKBN DIY, yeng telah mengangkat isu kenakalan remaja “klithih” menjadi materi dalam Rakerda tahun 2020.

Dengan ditandai  pemukulan gong oleh Damanik, acara Rakerda Banggakencana Tahun 2020 pun dibuka.

Acara diawali dengan sambutan Gubernur DIY, yang diwakili oleh Sri Paduka Paku Alam X.  Pada sambutannya, beliau memberikan pesan kepada Perwakilan BKKBN DIY, agar langkah-langkah percepatan pencapaian program Banggakencana segera dilakukan di seluruh tingkatan wilayah propinsi sampai kabupaten/kota, guna mengatasi permasalahan-permasalahan kependudukan yang muncul saat ini, antara lain kenakalan remaja yang mulai mengarah ke kriminal.

Guna percepatan pencapaian program Banggakencana di semua lini lapangan, maka pada acara rakerda tersebut juga diadakan penandatanganan kerjasama Perwakilan BKKBN dengan beberapa lembaga, instansi pemerintah, serta LSM. Pada kesempatan tersebut yang dirangkul Perwakilan BKKBN untuk tanda-tangan kerjasama guna percepatan pencapian Program Banggakencana di Yogyakarta, antara lain dari:

1. OPD KB dari 5 (lima) kabupaten/kota
2. Rumah Sakit Sadewa Depok Sleman
3. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY)
4. Bank Pembangunan Daerah (BPD) DIY
5. PKBI Daerah Istimewa Yogyakarta
6. RS Bethesda Lempuyangwangi
7. RS Hermina Maguwoharjo, Sleman

Tepat jam 11.30 masuk pada sesi materi.

Dody Hartanto yang didaulat menjadi moderator saat ini, sebagai pengantar memberikan gambaran-gambaran tentang kenakalan remaja yang terjadi saat ini. Penanaman  karakter anak sejak dini, menurut Dody, sangat diperlukan untuk mengatasinya.

Materi pertama disampaikan oleh Dr Joko Pitoyo SSi, MA dari Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan Universitas Gadjah Mada (UGM), dengan mengangkat tema, “Membangun Ketahanan Remaja di Dearah Istimewa Yogyakarta/DIY)”.

Dalam materinya Joko menyampaikan, bahwa guna mewujudkan ketahanan remaja DIY yang produktif, beradab, berdaya juang, mandiri dan berbudaya, dipengaruhi beberapa hal, antara lain:

1. Kemampuan pengasuhan anak,
2. Pemenuhan kebutuhan dan hak anak,
3. Dan faktor keluarga dan lingkungan.

Pada kesempatan tersebut Joko juga menyampaikan hal-hal yang mempengaruhi terjadinya kenakalan remaja, antara lain:

1. Keberadaan peran ‘simbah’ dalam pembentukan karakter anak. Adanya ‘simbah’ akan dapat menurunkan ego anak
2. Rendahnya waktu bersama antara orang tua dengan anak
3. Banyak remaja dalam mengatasi masalah bukan ke keluarga tetapi ke peergroup menjadi pilihan
4. Anak dididik dengan kekerasan
5. Dan yang paling dasar adalah ketidaktahanan keluarga adalah awal dari kejahatan remaja.

Materi kedua disampaikan oleh dr RA Arida Oetami, MKes, kepala DP3AP2 DIY, yang  mengangkat tema, ‘Kompleksitas Permasalahan dan Kerentanan Kekerasan oleh Anak’.

Mengawali materinya Arida menyampaikan data kasus kekerasan anak secara nasional bedasarkan pelakunya, yang merupakan hasil Survey Nasional Pengalaman Hidup Anak dan RemajaTahun 2018 oleh Kemen PPA.

Hasil datanya sebagai berikut:

1. Kekeranan oleh teman sebaya 75 persen
2. Kekerasan oleh keluarga 12 persen
3. Kekerasan oleh orang dewasa Dikenal 11 persen
4. Kekerasan oleh pasangan/pacar 1 persen, dan
5. Kekerasan oleh orang asing 1 persen.

Arida juga menyampaikan faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya kekerasan pada anak, yang secara garis besar dibagi 2, yaitu faktor internal dan eksternal.

Faktor internal meliputi pribadi/diri sendiri juga keluarga, sedangkan faktor eksternal meliputi lingkungan sosial, pergaulan, teknologi dan budaya.
Mengakhiri materinya Arida menyampaikan kalimat kunci:

Anak = Generasi Penerus
Pembangunan Anak = Investasi

Pada sesi terakhir Rakerda Banggakencana 2020, Dr Ukik Kusuma Kurniawan, SKM, MPS, MA, Kepala Perwakilan BKKBN DIY,  berkesempatan menyampaikan indikator sasaran program Banggakencana dengan harapan akan mendapat dukungan dari segenap lembaga, instansi pemerintah, dan stakeholder yang hadir, untuk bersama-sama mensukseskan program Banggakencana.

Indikator sasaran kinerja Banggakencana 2020, lanjut Ukik, adalah sbb:

1. Angka Kelahiran Total (Total Fertility Rate/ TFR) per WUS (15-49 tahun), target tahun 2020 adalah  1.92

2. Persentase pemakaian kontrasepsi modern (Modern Contraseptive Prevalence Rate/M CPR), target tahun 2020 adalah 62.01

3. Persentase Peserta KB Aktif (PA) metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) target tahun 2020 adalah 34.13

4. Persentase kebutuhan ber-KB yang tidak terpenuhi (Unmet Need) target tahun 2020 adalah 5.74

5. Angka kelahiran remaja umur 15-19 tahun (Age Specific Fertility Rate/ ASFR 15–19) target tahun 2020 adalah 17.00

6. Indeks Pembangunan Keluarga (IPK)  target tahun 2020 adalah 61,43,

7. Median kawin pertama perempuan (MUKP) umur 25-49 tahun target tahuan 2020 adalah 23,

8. Indeks Pembangunan Berwawasan Kependudukan (IPBK) target tahun 2020 adalah 61.48

9. Jumlah peserta KB baru target tahun 2020 adalah 92.137

10. Persentase ketidakberlangsungan pemakian kontrasepsi target tahun 2020 adalah 25.15

11. Persentase PKB/PLKB yang lulus diklat dengan kategori sangat baik target tahun 2020 adalah 70

12. Persentase temuan eksternal dan internal yang selesai target tahun 2020 adalah 70

13. Nilai evaluasi ZI-WBK/ W BBM target tahun 2020 adalah 75

14. Pemenuhan Ketersediaan Alokon di Faskes target tahun 2020 adalah 323

15. Keluarga yang memiliki baduta terpapar 1000 HPK target tahun 2020 adalah 51.768

16. Bina Keluarga Lansia  yang melaksanakan 7 (tujuh) Dimensi Lansia Tangguh dan Pendampingan Perawatan Jangka Panjang, target tahun 2020 adalah 143

17. Penguatan peran PIK Remaja dan BKR, edukasi kespro dan gizi bagi remaja putri sebagai calon ibu, target tahun 2020 adalah 418.

Tapat jam 13.00 Rakerda Banggakencana Tahun 2020 pun berakhir, dengan terselip harapan program Banggakencana dapat tercapai dan keluarga berkualitas di negeri ini pun dapat terwujud.(*)

[Ir Sihana Yuliarto, PKB Tanjungsari, Ketua DPD IPeKB DIY, melaporkan langsung dari lokasi kegiatan]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *