Pertemuan Fasilitasi Program KKBPK kepada PPKBD dan Sub PPKBD
Hari Kamis (27/02), jam 09.00-11.00 WIB telah berlangsung pertemuan Bangga Kencana (pembangunan keluarga, kependudukan, dan KB) bertempat di Balai Desa Jerukwudel, Girisubo.  Acara ini difasilitasi oleh Pemerintah Desa Jerukwudel dan PKB Girisubo, dan sebagai peserta kegiatannya adalah kader PPKBD, Sub PPKBD, Pok KB, kader Posyandu, dan kader PKK se-Desa Jerukwudel.

Rakordes Banggakencana yang dihadiri oleh Kasipel Desa,
PKB pembina wilayah, serta kader se-Desa Jerukwudel. (santi, pudak)

Acara dibuka oleh PPKBD Desa Jerukwudel, Ngatilah, dengan mengajak semua hadiri untuk berdoa menurut agama dan keyakinan masing-masing. Setelah itu, dilanjutkan dengan bersama-sama menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars KB.

Acara selanjutnya adalah sambutan dari Kasipel Desa Jerukwudel, yang pertama-tama mengucapkan terimakasih atas kehadiran kader dan petugas pembina wilayah desa Jerukwudel baik dari kecamatan maupun dari UPT Puskesmas Girisubo, yakni PKB dan bidan/perawat. Selanjutnya, Parsiyati menyampaikan bahwa fokus program di tingkat desa untuk tahun 2020 ini adalah penanganan stunting, dan alokasi dana desa (ADDes) juga sudah mengindikasikan ke arah itu, di mana sebagian besar dana desa di tahun 2020 disedot untuk pencegahan stunting di Jerukwudel. Oleh karena itu, ujar Kasipel, kader diminta kesediaannya untuk mendukung program penanganan atau pencegahan stunting ini dengan mengimplementasikan program-program yang besok akan dilaksanakan di Desa Jerukwudel, baik dari tingkat desa, dusun, dan RT. Terutama untuk kader-kader di setiap dusun, yakni Sub PPKBD dan Pok KB, sangat diharapkan keaktifannya dalam program ini membantu kader di tingkat desa yang berjumlah 3 (tiga) orang.

PKB, Sabrur Rohim, SAg, MSI, sangat mendukung apa yang menjadi program unggulan Desa Jerukwudel di tahun 2020 ini, yakni pencegahan atau penurunan angka stunting. Ini menjadi konsern atau fokus kita semua, karena sebagaimana diketahui bahwa 1 dari 3 anak di Indonesia mengalami stunting. Kalau kita tidak bekerjasama menangani masalah ini, generasi mendatang akan kalah bersaing dengan bangsa lain sebagai akibat dari stunting ini. Karena, stunting juga identik dengan kualitas SDM yang kurang memadai (di bawah standar) sebagai akibat dari tumbuh pendek (gagal tumbuh) itu, yang lazimnya disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dan vitamin yang baik di masa-masa pertumbuhan. Dalam konteks kasus ini, PKB mengajak kader agar mengkampanyekan pentingnya asupan ASI bagi bayi sampai usia 2 tahun penuh. ASI dipercaya akan memperkuat daya imun anak serta menjadikan anak lebih sehat dan cerdas.

Selanjutnya, PKB menginformasikan ihwal akan diadakannya kembali pelayanan test IVA atau deteksi dini kanker leher rahim di UPT Puskesmas Girisubo. Ditekankan oleh PKB bahwa di tahun 2019 telah diadakan pelayanan test IVA di Puskesmas Girisubo, akan tetapi peserta dari Jerukwudel tidak ada sama sekali alias 0%, padahal dari desa lain lumayan banyak. Padahal, ujar PKB, test IVA ini sangat penting untuk mengetahui secara dini ada tidaknya gejala atau potensi kanker serviks pada seseorang, sehingga jika ada akan bisa tertangani secepatnya dan bisa dipastikan sembuh. Pelayanannya, seperti yang sudah-sudah adalah gratis alias tidak dipungut biaya apa pun. Pendaftarannya bisa melalui kader PPKBD, untuk kemudian nanti PKB dan bidan pembina wilayah akan membuatkan jadwal pelayanan mengingat ada batasan pelayanan per harinya, yakni 10 peserta, itupun hanya dilayani pada hari Sabtu saja.

PPKBD Jerukwudel, Ngatilah, sangat mendukung program pelayanan test IVA yang akan dilaksanakan di Puskesmas. Ngatilah mengingatkan kader bahwa test IVA ini bukan karena kita sakit, akan tetapi justru untuk mengantisipasi agar kita terhindar dari penyakit yang berbahaya bagi perempuan, yakni kanker.(*)

[Sabrur Rohim, MSI, penyuluh KB Girisubo]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *