Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Gunungkidul, Sujoko, SSos, MSi menyampaikan rasa bangga dan terharu atas tanggapan masyarakat Desa Getas , Kecamatan Playen di dalam menanggapi kedatangan tamu Tim Penilai Perlombaan Desa pada putaran hari kedua Evaluasi Perkembangan Desa, Selasa (25/02).
Sambutan masyarakat yang luar biasa ditunjukkan dari awal acara, di mana Tim disambut dengan rider komunitas motor trail dari Desa Getas, dilanjutkan pengalungan slayer warna hijau  oleh dimas-diajeng Desa Getas kepada pimpinan rombongan Tim Penilai,  Sujoko, SSos, MSi. Masyarakat tua muda, laki-laki, perempuan, tokoh kecamatan, tokoh desa, masyarakat umum, pelajar, pasukan drumband, linmas, Banser, Pemuda Pancasila, punakawan, tagana, serta  pasukan prajurit Pesantren Al-Hikmah, berjejer sepanjang jalan menyambut tamu dengan suka cita.

Kunjungan Tim Penilai pertama kali di Dusun Ngronggo. Di rumah Dukuh, Tim diberikan sajian kegiatan senam ibu-ibu lansia, simulasi penyuluhan kelompok BKB Istiqomah, fragmen lansia tangguh, , administrasi kelompok-kelompok kegiatan dusun, serta campursari Dusun Ngronggo. Sementara itu rombongan tim yang lain menuju Dusun Gembuk untuk menyaksikan kegiatan kelompok BKB HI Manggis, di mana tamu diberikan suguhan berupa praktik penimbangan balita, simulasi KIE BKB, pemberian MPASI, dolanan gerak dan lagu anak-anak PAUD, serta praktik pembuatan APE dari bahan-bahan bekas oleh ibu anggota BKB kelompok umur 3-4 tahun. Di sini keterpaduan BKB, Posyandu dan PAUD sangat kentara, sebab antara ibu balita, balita serta ibu kader dan bu guru PAUD semua aktif dalam menyambut tamu penilai.

Sebagian rombongan tim penilai bergerak menuju lokasi sajian rumah sehat di tiga titik mewakili rumah sehat bagi keluarga pra-sejahtera , sejahtera II dan III. Sebagian rombongan meluncur ke Dusun Ngasem untuk menyaksikan peternakan kambing etawa oleh warga setempat.
Di siang hari tamu rombongan menuju lokasi bazar produk -produk UPPKS hasil industri rumahan, di sebelah timur balai Desa Getas. Banyak produk rumahan yang dihasilkan yakni berupa makanan dan minuman ringan dari bahan local, misalnya berbagai olahan jamur, olahan minuman tradisional, dsb.

Untuk mengawali acara resmi penilaian lomba, tamu disuguhi sajian reog tradisional serta pentas seni pencak silat oleh para santri Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Al-Hikmah. Acara dilanjutkan dengan menampilkan  koor yang dibawakan oleh anak-anak remaja putri BKR Gubugrubuh. Kepala Dinas sangat terkesan, karena remaja putri tampil dengan penuh semangat serta tidak canggung untuk melantunkan lagu-lagu program pembangunan, yaitu Mars Keluarga Berencana, Mars PKK, Mars Gunungkidul  Handayani, serta Ayunda Simenik Makan Sego Cething. Beliau meyakini program KB akan berjalan lebih baik dengan diawalinya para remaja yang sudah familier dengan lagu-lagu program KB.

Di hadapan Forkompinca, kepala desa se-Kecamatan Playen, perangkat Pemerintah Desa Getas, tokoh-tokoh masyarakat desa, kader PKK, serta masyarakat desa Getas, Sujoko menyampaikan pentingnya perlombaan desa. Sebab, kata Sujoko, di samping untuk memenuhi amanat dari Permendagri,  lomba ini juga bertujuan untuk melihat secara langsung hasil perkembangan pembangunan yang ada di masyarakat desa, serta permasalahan-permasalahan yang dihadapi di desa. 

Beliau juga menyampaikan bahwa tim penilai lomba desa sejumlah 35 personil terdiri dari berbagai unsur lembaga instansi pemerintah dan PKK, yang diharapkan mampu untuk memotret keberhasilan serta hambatan-hambatan dan secara tertulis memberikan masukan rekomendasi untuk ditindak lanjuti oleh pemerintah desa agar pembangunan desa berjalan sesuai dengan yang diharapkan.

Di akhir sambutan, Kepala Dinas  meyakini dan memberikan motivasi pada pemerintah desa untuk semakin aktif membangun Desa Getas, karena banyak potensi yang dimiliki desa. Sujoko berharap desa lewat Bumdes Getas Makmur mampu mengoptimalkan pengelolaan ekowisata lewat wisata Watu Tumpeng, Gardu Pandang Gunung Gede, Gua Sengok, dan air terjun Watu Layah. Beliau juga mendukung harapan warga Getas untuk menjadikan Gubugrubuh sebagai Kampung Santri, di mana eksistensi pondok pesantren sudah ada dengan murid berasal dari berbagai daerah luar Gunungkidul.

Wal akhir, Sujoko juga mendorong inisiatif dari pemerintah desa untuk memindahkan balai desa di tempat yang lebih representatif dibanding lokasi saat ini yang terlalu sempit untuk perkembangan ke depan.

Acara penilaian perkembangan desa di dDesa Getas berakhir pukul 16.00 WIB ditandai dengan sambutan pelepasan olehCamat Playen, Muh Setyawan Indriyarto, SH, MSi dan menyanyikan lagu Padamu Negeri bersama-sama.

Untuk melihat secara langsung penilaian perlombaan desa ini bisa dilihat secara langsung di Youtube dengan klik LR Pro. Liputan ini berkat dukungan dari masyarakat Getas yang ada di perantauan.(*)


[Drs Edy Pranoto, kontributor dan koordinator PKB Playen]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *