BPKB Ponjong belum lama ini punya hajatan

akbar, yakni, “Temu Kader IMP Kecamatan Ponjong,” yang dilaksanakan pada Selasa (4/2) silam, pagi sampai siang hari,   yakni antara jam 09.00-14.00 WIB. Tempatnya adalah di Pantai Sepanjang, Tanjungsari, Gunungkidul.

Menurut Koordinator PKB Ponjong, Suka Priyana, SSos, dijelaskan bahwa kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka meningkatkan kapasitas kader yang tergabung dalam Istitusi Masyarakat Perdesaan (IMP) Kecamatan Ponjong. “Jumlah peserta sebanyak 150 kader yang terdiri dari PPKBD dan Sub PPKBD yang berasal dari 11 desa yang ada di Kecamatan Ponjong,” kata Suka.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala DP3AKBPMD Kabupaten Gunungkidul Sujoko, SSos, MSi, beserta jajarannya yakni Sekdin Sri Purwaningsih, MKes, dan Kabid PPPA Dra Rumi Hayati, serta Kasi KS Bidang KB, Muh Amirudin, SSos. Segenap PKB dan pramusaji BPKB Ponjong juga tentu saja hadir dalam kegiatan yang dipanitiai oleh seluruh PPKBD  se-Kecamatan Ponjong ini. Pimred ipekbgunungkidul.com tidak ketinggalan datang di even ini untuk melakukan peliputan serta memberi motivasi kepada kader-kader IMP Ponjong.

Acara dibuka dengan berdoa serta menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars KB, dilanjutkan sambutan oleh PKB Kusumanto Dewobroto, SIP, selaku ketua panitia penyelenggara. Setelah itu, sambutan dilanjutkan oleh Kasipem Kecamatan Girisubo, Handoyo, SIP, MM.

Berikutnya, sambutan dari Kepala DP3AKBPM & D Gunungkidul, Sujoko, SSos, MSi, yang pertama-tama menyampaikan terimakasih kepada BPKB Ponjong yang telah menginisiasi terselenggaranya kegiatan akbar ini, selain juga tentu saja kepada kader-kader IMP Ponjong yang telah meluangkan waktu untuk hadir di acara ini di tengah kesibukan sehari-hari yang luar biasa. “Kegiatan ini bagi saya sangat luar biasa karena dilaksanakan di pantai, sehingga secara tidak langsung mempromosikan dan meramaikan obyek wisata di Gunungkidul. Ini sesuatu yang menurut saya positif dan saya sangat bangga,” ungkap Sujoko.

Selanjutnya, Sujoko menekankan tiga tugas penting kader di tahun 2020 ini di luar tugas utamanya menggerakkan masyarakat untuk ikut program KB. Pertama, menurut Sujoko, bahwa kader KB harus mampu menggerakkan masyarakat Gunungkidul untuk menekan perkawinan usia dini. Ini penting ditekankan karena sebagaimana diketahui bersama bahwa angka pernikahan dini di Gunungkidul masih terbilang tinggi. Tingginya angka pernikahan dini jelas akan berpengaruh pada kualitas keluarga yang pada akhirnya ke depan akan mempengaruhi secara negatif pada kesiapan generasi kita di masa depan.

Kedua, Sujoko mengajak kader untuk bersama-sama membimbing masyarakat dalam menanggulangi kasus-kasus bunuh diri dengan cara “nggantung”, yang dalam setahun ini angkanya cukup besar di Gunungkidul, yakni di kisaran 30-an kasus. Kasus ini menjadi tantangan dan PR besar Pemkab Gunungkidul, tetapi bantuan masyarakat juga sangat dibutuhkan, agar ke depan kasus-kasusnya diminimalisasi, jangan malah makin banyak. Sebenarnya kasus-kasus bunuh diri ini erat kaitannya dengan masalah ketahanan keluarga. Jika ketahanan keluarga itu kuat, mustahil ada niat bunuh diri. Nah, di sini penting kiranya peran kader dalam mengedukasi dan memberi teladan kepada masyarakat untuk mewujudkan ketahanan keluarga, apalagi hal ini juga menjadi isu yang penting dalam program KKBPK.

Ketiga, bahwa mulai tahun 2020 ini kita semua memasuki era bonus demografi, sampai nanti tahun 2035. Bonus demografi, terang Sujoko, adalah suatu kondisi ketika angka ketergantungan rendah, sementara di lain sisi angkatan kerja, atau usia produktif, itu tinggi, atau bahkan sangat tinggi. Kondisi ini harus dimanfaatkan dengan baik, yakni dengan mempersiapkan bekal intelektual dan skill bagi anak-anak kita untuk bisa berkontribusi membangun bangsa. Jika tidak dibekali kepandaian dan skill, usia produktif (angkatan kerja) justru akan menjadi beban pembangunan.

Dalam kegiatan gathering ini, selain ada pembinaan dan motivasi dari Kepala DP3AKBPM dan D Gunungkidul juga diadakan lomba yel-yel kader IMP dari 11 desa se-Kecamatan Ponjong. Semua tim dari 11 desa tampil dengan atraksinya masing-masing. Umumnya peserta menggunakan lagu yang sudah ada dan populer, lalu liriknya diganti dengan pesan-pesan program KKBPK.

Lomba ini memperebutkan hadiah dan uang pembinaan dari Kepala DP3AKBPM dan D dan BPKB Ponjong. Juri lomba ini ada tiga yakni Edy Subambang, SSos (Ketua DPC IPeKB Gunungkidul), Ir Sihana Yuliarta (Ketua DPD IPeKB DI Yogyakarta), serta Muh Amirudin, SSos (Kasi KS Bidang KB DP3AKBPM dan D Gunungkidul).

Dari tampilan semua tim yang mewakili 11 desa, akhirnya diambil 6 terbaik dengan hasil sebagai berikut:  terbaik I kader IMP Desa Sidorejo, terbaik II kader IMP Desa Genjahan, terbaik III kader IMP Desa Kenteng, terbaik IV (harapan 1) kader IMP Desa Bedoyo, terbaik V (harapan 2) kader IMP Desa Umbulrejo, dan terbaik VI (harapan 3) kader IMP Desa Karangasem. Hadiah diserakan kepada perwakilan tim juara oleh Kadin dan sejumlah pejabat struktural.

Acara diakhiri dengan menyanyi dan menari (berjoget) bersama, serta diselingi pembagian doorprize dan dilanjutkan dengan makan siang bersama sambil menikmati indahnya Pantai Sepanjang, Tanjungsari, Gunungkidul.(*)

[Sabrur Rohim, Suka Priyana, dan Okta, melaporkan langsung dari lokasi]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *