Bertempat di Gedung Olah Raga (GOR)  Siyono,  Wonosari,  Gunungkidul,  Selasa (31/12) berlangsung pelantikan atau pengambilan sumpah/janji kades terpilih pada Pilkades Serentak Kabupaten Gunungkidul yang berlangsung Sabtu,  23 November 2019 silam. 
Hadir dalam acara tersebut Bupati Gunungkidul,  jajaran Ketua DPRD Gunungkidul,  Forkompinda,  Forkompinca se-Gunungkidul, lintas sektor (dinas) terkait,  Pjs kepala desa (yang ikut Pilkades serentak),  kades terpilih,  perangkat desa,  keluarga kades terpilih,  serta undangan. 
Acara diawali dengan berdoa dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, kemudian dilanjutkan pembacaan SK pemberhentian secara terhormat kepada pejabat kepala desa. Setelah itu dibacakan surat keputusan penetapan kepala desa baru berdasarkan hasil Pilkades serentak, satu demi satu sebanyak 55 orang, yang kemudian nama-nama yang disebut menempatkan diri di areal tengah ruang GOR yang sudah disiapkan.
Setelah itu, pelantikan atau pengambilan sumpah/janji pun dimulai, yang dalam hal ini dilaksanakan secara langsung oleh Bupati Gunungkidul Hj Badingah, SSos sendiri.   
“Saudara Tumijo dan kawan-kawan sejumlah 55 orang,” ujar Badingah di hadapan 55 kader yang berbaris rapih, yang kemudian dijawab oleh kades-kades terpilih, “Saya!” 
“Bersediakah saudara-saudara mengucapkan sumpah atau janji?”
“Bersedia!”
“Secara agama apa?”
“Islam!”
“Sebelum sumpah ini diucapkan,” lanjut Badingah, “ketahuilah bahwa sumpah ini disaksikan oleh Tuhan yang Maha Mengetahui. Sumpah ini diucapkan dalam kesadaran yang sepenuhnya, dengan kemauan yang sungguh-sungguh. Sumpah ini adalah janji terhadap Tuhan dan manusia yang harus ditepati. Tirukanlah dengan khidmat ucapan saya, kata demi kata.”
“Bagi yang beragama Islam,” kata Badingah, “Demi Allah saya bersumpah!”, yang kemudian ditirukan oleh 54 kades yang beragama Islam. 
“Bagi yang beragama Katholik,” kata Badingah, “saya berjanji dengan sungguh-sungguh,” yang ditirukan oleh Suwardi, kades terpilih Tileng, Girisubo, satu-satunya yang beragama selain Islam, yakni Katholik.
Kemudian, Badingah memimpin ikrar sumpah yang ditirukan oleh semua kades terpilih sbb: “Bahwa saya akan memenuhi kewajiban saya selaku kepala desa dengan sebaik-baiknya, sejujur-jujurnya, dan seadil-adilnya. Bahwa saya akan selalu taat dalam mengamalkan dan mempertahankan Pancasila sebagai dasar negara, dan bahwa saya akan menegakkan kehidupan demokrasi dan Undang-Undang Dasar 1945 serta melaksanakan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya yang berlaku bagi desa, daerah, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.”
“Bagi yang beragama Katholik, semoga Tuhan menolong saya,” pungkas Badingah yang ditirukan oleh Suwardi, kades terpilih Desa Tileng, Girisubo.
Seusai ikrar sumpah, acara dilanjutkan penandatanganan berita acara pengambilan sumpah oleh Bupati, perwakilan kades terpilih, saksi, dan rohaniwan. 
Setelah itu, di depan para kades terpilih Badingah menyampaikan pernyataan bahwa Bupati hari ini, Selasa, 31 Desember 2019, secara resmi telah melantik para kades terpilih dalam masa jabatan 2019-2025. “Kami percaya saudara-saudara akan melaksanakan tugas yang menjadi tanggungjawab saudara dengan sebaik-baiknya. Semoga Tuhan yang Mahaesa senantiasa memberikan rakhmat, taufik, hidayah dan perlindungan-Nya,” tutup Bupati. 
Kemudian, sebagai penanda pelantikan, satu demi satu kades terpilih menerima SK dan penyematan lencana oleh Bupati dan Wakil Bupati, sementara Pjs kades menerima surat keputusan pemberhentian secara terhormat.  
Usai pemberian SK dan penyematan lencana, dan semua kades sudah kembali ke tempat duduk masing-masing, Bupati menyampaikan sambutan resminya. Setelah menyampaikan salam pembuka, Badingah pertama-tama mengucapkan selamat atas dilantiknya 55 kepala desa hasil pemilihan kepala desa serentak. 
Dikatakan oleh Badingah, bahwa sesungguhnya jumlah kades terpilih ada 56 orang, tetapi ada 1 orang kades terpilih yang akan dilantik pada 23 Januari 2020, karena menyesuaikan akhir masa jabatan, yakni kades Tegalrejo Kecamatan Gedangdari. 
“Selamat berkarya dan mengabdi bagi masyarakat dengan penuh semangat, berkomitmen kuat, dan untuk bekerja keras dan memberikan hasil terbaik hingga selesai masa jabatannya,” lanjut Bupati. “Saya juga mengucapkan terimakasih kepada BPD, lembaga desa, serta semua pihak, karena penyelenggaraan pemilihan kepala desa serentak di Kabupaten Gunungkidul tahun 2019 telah berlangsung aman, tentram, damai, seperti yang kita harapkan bersama. Kita juga mengapresiasi masyarakat Kabupaten Gunungkidul, bahwa tingkat partisipasi masyarakat yang menggunakan hak pilih dalam Pilkades serentak tahun ini, rata-rata mencapai 78,11 persen. Bahkan di Desa Ngloro Kecamatan Saptosari mencapai 90,23 persen dari DPT. Aplaus untuk masyarakat Desa Ngloro.”
Kepala para kades terpilih, Badingah menekan bahwa jabatan adalah amanah dari Tuhan yang Mahakuasa, sehingga seorang kepala desa dituntut mampu mengemban amanah tersebut dengan sebaik-baiknya. “Selain itu, kepala desa yang berperan sentral sebagai motor penggerak pemerintahan, pembangunan, dan juga pelayanan kepada masyarakat desa serta memiliki kepemimpinan yang mengayomi seluruh warga masyarakat tanpa diskriminasi. Maka dari itu saya mengajak kepada semua elemen masyarakat dan lembaga desa yang ada untuk sepenuhnya mendukung apa yang menjadi visi dan misi serta program kerja kepala desa yang selaras dengan cita-cita diwujudkannya Gunungkidul sebagai tujuan wisata yang terkemuka dan berbudaya, menuju masyarakat yang berdaya saing, maju, mandiri, dan sejahtera,” kata Badingah. 
Bupati juga mengatakan bahwa di tahun 2020 esok, kita semua akan melaksanakan Pemilukada serentak, di mana tahapan awal dan euforianya sudah kita rasakan akhir-akhir ini. Bupati memohon agar para kepala desa terlantik betul-betul memahami aturan main, sebagaimana diatur dalam UU No 5 tahun 2014 tentang Desa, di mana salah satu yang perlu diperhatikan yakni prinsip netralitas dan profesionalitas kepala desa dalam Pilkada, yang ditunjukkan dalam sikap dan pengambilan kebijakan dengan mengedepankan etika demokrasi maupun peraturan perundangan yang berlaku.

Seusai sambutan Bupati, acara ditutup dengan doa dan foto bersama.(*) [Sabrur Rohim, PKB Girisubo]   

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *