Evaluasi Kesatuan Gerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK)-Kependudukan, Keluarga Berencana, dan Pembangunan Keluarga KKBPK-Kesehatan Tingkat DIY Tahun 2019 kembali digelar di masing-masing kabupaten/kota. Agenda ini bersifat tahunan, dan sebagai inisiatornya Perwakilan BKKBN DIY. Tujuan penting dari kegiatan Kesatuan Gerak PKK-KKBPK-Kesehatan ini adalah upaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui program kependudukan, KB, dan pembangunan keluarga (KKBPK) dengan pendekatan pemberdayaan keluarga dan kesehatan. 

Momentum Pengabdian
Program ini, melaui peran kader-kader PKK, kader-kader KKBPK (PPKBD, Sub PPKBD, kelompok KB, kader Poktan), juga kader kesehatan (Yandu), mengajak masyarakat untuk meningkatkan kualitas keluarga dari pelbagai aspeknya. Keluarga yang baik, yang berkualitas, tidak hanya dilihat dari besaran keluarganya saja (catur warga), tetapi lebih dari itu juga memiliki ketahanan yang kuat secara sosial, secara ekonomi, memiliki kemandirian, serta sehat secara lahir dan batin. Untuk menggerakkan masyarakat, setiap keluarga, ke arah ini, tentu bukan hal yang mudah. Sehingga, dalam hal ini dibutuhkan adanya kerjasama, adanya kesatuan gerak, antara kader PKK, IMP, dan kader Posyandu.   

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X, pada Selasa (2/10) silam di Yogyakarta menyampaikan bahwa, “Rangkaian kegiatan ini merupakan momentum yang tepat untuk meningkatkan pengabdian Tim Penggerak PKK, kader KKBPK, kader Posyandu, dalam rangka membina keluarga kecil agar sehat dan sejahtera. Oleh karena itu, kita lebih mengupayakan berbagai solusi atau strategi masalah yang berkaitan dengan isu-isu program KKBPK.”


Tujuannya, kata Sri Sultan, untuk semakin menggerakkan partisipasi masyarakat di dalam program Kependudukan, KB, dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) dan kesehatan untuk menyongsong bonus demografi 2020-2035. Karenanya, kesatuan gerak ini memang mempunyai misi untuk membawa keluarga menuju keluarga sejahtera dan mempunyai ketangguhan membangun masa depan bangsa. “Sehingga, dalam hal ini sangat diharapkan semua lini dan sektor benar-benar memberikan dukungan yang optimal dalam penyelenggaraan program KKBPK dan kesehatan di wilayahnya masing-masing,” ajak Sultan.


Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK DIY, GKR Hemas, mengungkapkan bahwa kegiatan pencanangan Kesatuan Gerak PKK KKBPK Kesehatan dilaksanakan setiap tahun dan akan terus dilakukan karena berhasil menggerakkan masyarakat, mengajak kader PKK di semua jenjang untuk meningkatkan perannya, bersama-sama dengan kader KKBPK dan kader kesehatan (Puskesmas). Peningkatan kualitas sumber daya manusia adalah tujuan utama dari kegiatan ini, di mana untuk sekarang ini yang menjadi konsern bersama semua sektor, selain bagaimana meningkatkan cakupan kesertaan KB, adalah upaya penurunan jumlah anak stunting.


Stunting, menurut Hemas, merupakan gangguan pertumbuhan dan perkembangan pada anak yang disebabkan karena kekurangan gizi dalam waktu yang lama. Stunting memiliki dampak buruk yang berdampak jangka pendek maupun jangka panjang. Semua itu akan menurunkan kualitas sumber daya manusia, produktivitas, dan daya saing bangsa di masa mendatang.


Sehingga, lanjut Hemas, penanggulangan stunting tidak hanya dari jajaran kesehatan (Dinkes, Puskesmas) terkait intervensi spesifik dengan sasaran 1.000 hari pertama kehidupan (HPK), namun meliputi semua lini dan sektor terkait. “Kegiatan penanganan stunting bersifat komprehensif, meliputi penyediaan air bersih, sanitasi yang baik, pemanfaatan pekarangan, kegiatan gemar makan ikan, PAUD, pendidikan kesehatan reproduksi remaja (PIK-R), KB, dan sebagainya. Maka mutlak diperlukan kerja sama dari semua pihak untuk kerja besar penaggulangan stunting ini, sehingga keluarga sehat dan sejahtera dapat terwujud,” tegas Hemas.


Untuk tahun ini, sebagai sampel kegiatan Kesatuan Gerak di Gunungkidul adalah Desa Bedoyo, Kecamatan Ponjong, dilaksanakan pada Kamis, 21 November 2019, dengan lokasi sampel Kampung KB Serut, sentra ekonomi Bedoyo Kidul, dan kampung sehat Bedoyo Lor.

Tim Evaluasi Kesatuan Gerak PKK-KKBPK-Kesehatan yang hadir ke Bedoyo, Ponjong, itu terdiri dari pelbagai unsur dan sektor, yakni sbb: dr Siswatiningsih, SU (TP PKK DIY), Dra Anik Yudhastawa (TP PKK DIY), Ir Hj Trimartini Sudiana (TP PKK DIY), Ny Sugiyanti (TP PKK DIY), Ny Hj Tirun Marwito, SH (TP PKK DIY), Ny Ratna Istijab, BA (TP PKK DIY), Ny Sri Herawati, SH, MSi (TP PKK DIY), Ny Adi Kawitri Bondan, SPd (TP PKK DIY), Ny Sri Herwati, SKM, MM (TP PKK DIY), Sihana, SPd (BKKBN DIY), Sudaryana, SSos (BKKBN DIY), Dra Kanthi Aryekti, MKes (BKKBN DIY), Niken Wijayanti, SST, MA (BKKBN DIY), Yusuf Prasetyo, SPsi, MSc (Dinas Kesehatan DIY), Yulius Sulastro, SKM, MKes (DP3AP2 DIY), dan Saskya Bopiha, SE, MEM (Biro Bermas). Selain itu, Tim diikuti juga oleh unsur DP3AKBPM dan D Gunungkidul, TP PKK Gunungkidul, dan Dinkes Gunungkidul. Hadir juga sebagai undangan hari itu Forkompinca Ponjong, semua pejabat lintas sektor Kecamatan Ponjong, kades dan koordinator PKB se-Gunungkidul, tokoh agama dan tokoh masyarakat Bedoyo, kader PKK, kader IMP, dan kader kesehatan se-Bedoyo, serta warga masyarakat  Desa Bedoyo, Ponjong.

Setelah mengunjungi lokasi baksos pelayanan KB di UPT Puskesmas Ponjong II, Tim menuju dusun sampel, yakni Kampung KB Serut.  Meski lokasinya di pelosok, jauh dari perkotaan dan jalan raya, namun Serut tak kalah maju dan bersemangat dalam membangun dusunnya, memajukan pembangunan di bidang kesejahteraan keluarga, KKBPK (kependudukan, KB, & pembangunan keluarga), serta kesehatan. Banyak inovasi kegiatan warga untuk mendukung keinginan tersebut, dan warga sangat antusias mengimplementasikannya, karena mereka sadar dan tahu urgensi serta manfaatnya bagi kesejahteraan warga. Maka sangat layak jika Kecamatan Ponjong memilih Kampung KB Serut, Bedoyo, sebagai sampel tingkat dusun dalam Kesatuan Gerak PKK-KKBPK-Kesehatan tahun ini.

Ketika Tim Evaluasi sampai ke lokasi, warga Serut menyambutnya dengan rombongan bergodo dusun dan atraksi drumband anak-anak Serut, dengan tampilan dan atraksi yang meriah nan cantik. Suasana menjadi lebih energik karena kemudian ditampilkan atraksi senam lansia secara massal, di mana semua hadirin yang ada di lokasi diharuskan juga ikut bergerak mengikuti gerakan senam instruktur. Heboh dan ramai luar biasa.

Seusai senam lansia yang diikuti oleh lansia, juga seluruh tamu undangan, warga, dan anggota Tim Evaluasi, acara seremonial pun dimulai. Pertama pembukaan dengan doa bersama, dilanjutkan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars KB, yang kemudian dilanjutkan tampilan yel-yel kader KB-Yandu Serut di depan Tim. Sangat apik dan anggun performansinya, menampilkan gerakan dan nyanyian berlirik pesan-pesan tentang pemberdayaan keluarga, KB, dan kesehatan.

Fragmen
Acara berlanjut penampilan fragmen, drama, yang dipentaskan oleh kader dan anggota BKR dan PIK Remaja Dusun Serut. Tampilannya sangat memukai, mengundang gelak tawa, khidmat, dan haru. Hadirin tidak menyangka bahwa banyak bibit-bibit kemampuan akting di dusun yang terpencil itu. Tema yang diusung adalah perlunya keluarga mengatur kelahiran, mengatur besaran keluarga, serta meningkatkan pendapatan ekonomi keluarga. 


Diceritakan dalam fragmen itu, tentang sebuah keluarga dengan anak banyak, yang kondisinya memprihatinkan, karena anak-anak mereka membutuhkan nafkah yang banyak, bermacam-macam, apalagi ada salah satu anak yang mengalami stunting, tetapi di sisi lain pendapatan keluarga semakin menurun. Ini kemudian menjadi peringatan bagi keluarga tersebut, betapa penting pengaturan kelahiran, pola asuh yang baik kepada anak-anak, serta pentingnya berinisiatif meningkatkan pendapatan keluarga. 

Keluarga tersebut diarahkan agar ikut kegiatan BKR (Bina Keluarga Remaja) di dusun, agar orangtua punya wawasan pengasuhan yang baik kepada remaja; anak-anak mereka bisa bergabung dengan kegiatan PIK Remaja dusun, agar punya wadah untuk beraktualisasi, mendapat edukasi dari teman sebaya tentang dunia remaja, khususnya masalah kesehatan reproduksi; ibu bisa bergabung dengan kelompok UPPKS dusun agar bisa ikut kegiatan usaha seperti membuat produk, mengemas produk, dan memasarkan produk untuk menambah penghasilan.

Geliat Kampung KB 
Dalam paparan Dukuh Serut, Sriyanto, program Kampung KB telah berdiri sejak 2018 silam, dengan pembina Jamingan, PKB Ponjong. Akan tetapi, pertengahan 2019 ini Jamingan mamasuki purna tugas, sehingga pembinaan diganti oleh PKB lain dari BPKB Ponjong juga, Astutik Uswatun Hasanah. Dalam prosesnya, bermacam kegiatan telah dilaksanakan di Kampung KB, baik berupa musyawarah Kampung KB ataupun pembinaan ketahanan keluarga kepada Poktan Tribina: BKB “Trengginas”, BKR “Baruna”, dan BKL “Mandiri”, dan alhamdulillah animo masyarakat sangat bagus, mereka sangat antusias mengikuti semua kegiatan secara aktif, setidaknya sebulan sekali. 


Selain itu, kegiatan UPPKS “Mawar Sari” dan PIK-R “IRS” (Ikatan Remaja Serut) juga aktif setiap sebulan sekali mengadakan pertemuan. Adanya UPPKS membantu keluarga untuk meningkatkan pendapatan; meski tidak banyak, tetapi sangat membantu menambah penghasilan. Di Kampung KB Serut, UPPKS “Mawar Sari” yang diketuai oleh Ari Dwi Hastuti, SPd (istri Sriyanto), memiliki produk unggulan khas kue ketawa berbahan gandum, terigu, mentega, telur. Dinamakan “kue ketawa” bentuknya setelah penggorengan menyerupai wajah yang tertawa. Selain kue, produk unggulan lainnya adalah krecek singkong dan sriping pisang. “Porduk-produk tersebut juga hari ini dijual oleh anggota UPPKS di acara ini, sehingga nanti bisa dibeli,” ujar Sriyanto. Sedangkan melalui adanya PIK-R, menurutnya, remaja memiliki wadah yang positif untuk berkumpul dan berbagi informasi yang mereka butuhkan sesuai tahapan perkembangan mereka.

Selanjutnya disampaikan juga secara detil data program KKBPK di Dusun Serut sampai bulan Oktober 2019, yakni bahwa BKB: 14 KK, BKR: 20 KK, BKL: 35 KK, PIKR: 42 remaja (pengurus dan anggota), dan UPPKS: 7 KK. Untuk jumlah PUS-nya, menurut Sriyanto, jumlah total PUS: 47, dengan kesertaan KB IUD: 6, MOW: 2, implan: 12, suntik: 16, pil: 3, dan kondom: 1. Adapun yang tidak ikut KB sbb: hamil: 3, IAS (ingin anak segera): 3, TIAL (tidak ingin anak lagi): 7, dan IAT (ingin anak ditunda): 0.

Tujuh Inovasi
Dalam mengimplementasikan program Kesatuan Gerak PKK-KKBPK-Kesehatan, Kampung KB Serut membuat gebrakan dengan merilis pelbagai macam inovasi bersama yang melibatkan semua warga dusun. Inovasi-inovasi tersebut antara lain:

1. Gumbregah: gerakan rombak sampah jadi rupiah, yang ditangani oleh para remaja anggota PIK-R; sampah dipilah menurut jenisnya, lalu dijual atau dijadikan kerajinan tangan untuk dipasarkan.

2. Pitulung: ketuk pintu sarana tetulung, yakni gerakan ketuk pintu dari rumah ke rumah oleh petugas ronda, untuk memastikan keadaan rumah aman.

3. Jampi Sayah: janji pasangan suami-istri untuk KB pasca salin cegah kehamilan; gerakan ini untuk memastikan bahwa setiap ibu yang bersalin harus sudah ikut KB sebelum bayi berusia 42 hari, agar jangan sampai terjadi kehamilan yang tak diinginkan sebelum bayi genap setidak-tidaknya 2 tahun.

4. Tapak Dara: tabungan PKK untuk pajak, persalinan, dan hari raya; merupakan inisiatif ibu-ibu anggota PKK untuk menyimpan dana bagi keperluan pajak, persalinan (bagi yang hamil), serta hari raya, yang dikumpulkan setiap pertemuan PKK.

5. Tukar Mama Ayu-Ayu: satu pekarangan lima macam sayur-mayur; gerakan bersama bahwa setiap KK atau rumah tangga menanam lima macam sayur-mayur di sekitar rumahnya, khususnya dengan memanfaatkan pekarangannya, atau bisa juga di tabula pot; gerakan ini terbukti sangat bermanfaat, karena dapat hemat biaya beli sayur-mayur di pasar, selain sayur-mayur hasil tanam sendiri jelas lebih sehat dan higienis.

6. Egasaro Ibunya Amat: mencegah satu hisapan rokok ribuan nyawa selamat; merupakan gerakan bersama semua lelaki perokok di dusun untuk sedikit demi sedikit mengurangi rokok, karena dengan menghindari rokok keluarga jadi lebih sehat.

7. Emas Cinta Pak Bunalir: memasyarakatkan enam langkah cuci tangan pakai sabun dan air mengalir; merupakan gerakan bersama seluruh warga menjaga kesehatan dengan mencuci tangan dengan sabun pada air mengalir, terutama sebelum makan.

Ketua Tim Evaluasi, Sujoko, SSos, MSi, yang juga merupakan Kepala DP3AKPM dan D Gunungkidul, mengapresiasi program-program yang telah dilaksanakan dalam rangka Kesatuan Gerak PKK-KKBPK-Kesehatan ini dan berharap agar terus dilanjutkan meski masa evaluasi sudah selesai. Secara khusus, Sujoko sangat kagum dengan inovasi-inovasi akromis khas Dusun Serut tersebut, yang khas dan menginspirasi bagi dusun-dusun yang lain untuk punya gebrakan-gebrakan yang sejenis.

“Di sini juga ditampilkan simulasi pertemuan BKB oleh para pengrus dan anggota BKB “Trengginas”, di mana tampak sekali mereka cukup tahu dan paham tentang bagaimana parenting yang baik, juga praktiknya. Ini merupakan sesuatu yang menggembirakan, berarti intervensi program yang selama ini kami laksanakan tidak sia-sia, tetap benar-benar berdampak,” terang Sujoko saat ditanyai oleh reporter ADITV di lokasi.


***
Setelah selesai inspeksi di Kampung KB, Tim menuju sentra kegiatan ekonomi produktif di UPPKS “Mawar” yang diketuai oleh salah satu kader IMP, Evi Maryanti. Di sini, Tim diperlihatkan bagaimana proses pembuatan produk unggulan UPPKS tersebut, yakni krecek singkong. Produk ini dikemas dalam berbagai aneka rasa. Rasanya enak. Harganya terjangkau dan sudah menerima pesanan dari luar Gunungkidul, bahkan dari luar Jawa. Anggota UPPKS “Mawar” terdiri atas 10 orang dan semuanya memiliki industri rumahan membuat krecek singkong, kemudian produknya dikumpulkan dan dikoordinir oleh Evi Maryanti untuk dikemas dan dipasarkan secara luas. Di akhir sesi, Tim mencicipi krecek yang sudah masak dan juga membeli langsung sebagai oleh-oleh, tentu saja dengan harga khusus (diskon).

Selanjutnya, Tim menuju lokasi sampel Kampung Sehat, di Bedoyo Lor. Di sini Tim memperoleh gambaran, baik melalui atraksi, simulasi, ataupun data-data administratif, tentang inovasi-inovasi yang telah dilaksanakan di Dusun Bedoyo Lor untuk meningkatkan derajat kesehatan warganya. Inovasi “Kampung Sehat” ini merupakan sesuatu yang baru, dan tidak ditemukan di desa sampel lain pada evaluasi Kesatuan Gerak ini.


Setelah selesai evaluasi di Kampung Sehat, Tim menuju Balai Desa Bedoyo untuk seremoni dan penilaian administratif Kesatuan Gerak PKK-KKBPK-Kesehatan. 

Selama masa proses penilaian administratif tentang kegiatan PKK-KKBPK-Kesehatan berlangsung, Tim melihat tampilan yang atraktif dan menarik dari kelompok-kelompok kegiatan Desa Bedoyo, misalnya dari kelompok Sadar Gender pimpinan Marsiyanto, grup Hadrah yang diketuai oleh salah satu kader IMP, Yatini, serta grup paduan suara yang terdiri dari kader-kader Sub PPKBD. 

Seremoni diawali dengan doa bersama serta menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Selanjutnya, grup paduan suara secara berturut-turut menyanyikan lagu Mars PKK, Mars KB, Gunungkidul Handayani, dan Mars Desa Bedoyo. Penampilan mereka benar-benar luar biasa dan memuaskan Tim. 

Bupati: “Bedoyo Memang Layak Ditunjuk!”
Acara berlanjut dengan sambutan oleh Bupati Gunungkidul, Hj Badingah, SSos, yang dalam hal ini diwakili oleh Kepala DP3AKBPM dan D Gunungkidul, Sujoko, SSos, MSi. Pertama-tama, atas nama masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, Badingah mengucapkan Selamat Datang di Kabupaten Gunungkidul kepada Tim Evaluasi Kesatuan Gerak PKK Kependudukan KB Kesehatan Tahun 2019 dan Terimakasih telah berkunjung di Desa Bedoyo, Kecamatan Ponjong. “Kami bangga dan bersyukur dimana Desa Bedoyo mewakili Kabupaten Gunungkidul dalam kegiatan Evaluasi Kesatuan Gerak PKK Kependudukan KB Pembangunan Keluarga dan Kesehatan tingkat DIY Tahun 2019 ini. Pencapaian ini tentu semakin menyemangati partisipasi dan kontribusi masyarakat Desa, khususnya kaum perempuan yang tergabung dalam kegiatan PKK Desa. Pengabdian kader-kader perempuan  telah menjadi penggerak kegiatan pelayanan dan pemberdayaan ibu-ibu PKK dan kaum perempuan Desa di Kabupaten Gunungkidul,” ujar Bupati.
Badingah menegaskan juga bahwa selama ini kaum perempuan, terutama ibu-ibu, dinilai telah berkontribusi besar dalam mendukung program dan kegiatan peningkatan kesejahteraan keluarga maupun pemberdayaan masyarakat desa. Namun demikian peran ini membutuhkan konsep pemberdayaan yang tepat dan aplikatif, sehingga dapat di terapkan secara optimal dan berbagai dampak positif yang lebih terasa bagi keluarga dan masyarakat.
Para ibu yang tergabung dalam kegiatan PKK desa, lanjut Badingah, memiliki kesempatan untuk mengambil peran dalam mendukung pelaksaan program-program pembangunan desa, baik untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga, juga pelayanan di bidang kesehatan, pendidikan maupun pemberdayaan sosial ekonomi masyarakat berbasis potensi desa. “Maka dari itu,” ujar Badingah, “Saya berharap kaum perempuan kader-kader desa di Gunungkidul, semakin giat melayani dan mendukung keberhasilan Program Inovasi Kabupaten Gunungkidul yaitu Ayunda Si Menik Makan Sego Ceting atau ayo tunda usia menikah melalui gerakan semangat gotong royong mencegah stunting. Demikian halnya yang dapat kita saksikan langsung di desa Bedoyo dimana kaum perempuan pegiat PKK Desa telah menjadi penggerak utama kegiatan pelayanan kesehatan dan KB , pembangunan keluarga hingga berperan aktit mewujudkan kampung sehat.”
“Menyadari besarnya potensi SDM kaum perempuan melalui beragam kegiatan bersifat mandiri,” kata Bupati, “maka kami bangga dan menyambut positif kegiatan Gerak PKK Kependudukan, KB,  Pembangunan Keluarga dan Kesehatan Desa Bedoyo yang mewakili Kabupaten Gunungkidul di Tingkat DIY. Saya kira tidak berlebihan menunjuk desa Bedoyo sebagai Desa yang patut diapresiasi dan dibanggakan aktivitasnya, karena sudah melakukan beragam bentuk partisipasi, kreatifitas, dan inovasi kegiatan pemberdayaan potensi desa, pelayanan kesehatan, edukasi, dan produktivitas rumah tangga hingga lingkup hidup.”
Insya Allah, kata Badingah, dengan ridha dan berkah Allah SWT, Tuhan YME, maka kegiatan-kegiatan terkait dalam program Kesatuan Gerak PKK, Kependudukan, Keluarga Berencana, dan Pembangunan Keluarga dan Kesehatan, Desa Bedoyo ini akan dapat memberi dampak positif dan nyata, serta ikut mendukung terwujudnya kaum perempuan dan masyarakat Kabupaten Gunungkidul yang semakin berdaya saing, maju, mandiri, dan sejahtera.
Wal akhir, Badingah menyampaikan selamat bertugas dan terimakasih atas kunjunga Tim di Desa Bedoyo, Kecamatan Ponjong, dan berharap kegiatan evaluasi lapangan ini semakin memotivasi kaum ibu anggota PKK Desa Bedoyo untuk terus meningkatkan kualitas program kesehatan dan pelayananya, demi tujuan mulia dari gerakan PKK Desa bagi masyarakat. “Semoga Tuhan yang Mahaesa senantiasa membimbing dan meridhai setiap langkah, karya dan pengamdian kita. Amin,” pungkas Badingah.

Presentasi
Pemaparan kegiatan disampaikan oleh Ketua TP PKK Desa Bedoyo, yang juga istri dari Kades Bedoyo, Suminta, SP, yakni Hj Fitri Setyawati, AMd Keb.

Dalam paparannya, Fitri menyampaikan, bahwa Bedoyo adalah sebuah desa di Kecamatan Ponjong, Gunungkidul, yang tahun 2019 ini menjadi desa sampel dalam Evaluasi Kesatuan Gerak PKK-KKBPK-Kesehatan di wilayah Kabupaten Gunungkidul. Tentu saja, Gunungkidul tidak sembarangan memilih Bedoyo sebagai sampel evaluasi Kesatuan Gerak ini, karena memang program PKK, KKBPK, dan kesehatan berjalan sangat baik di desa ini. 

Luas Desa Bedoyo adalah 912.9715 Ha, dengan batas wilayah sbb: utara berbatasan dengan Desa Karangasem, Ponjong, selatan berbatasan dengan Desa Pucanganom, Rongkop, barat berbatasan dengan Desa Sidorejo, Ponjong, sedangkan timur berbatasan dengan Desa Karangwuni, Rongkop.

Sebagai gambaran tentang peta wilayah binaan TP PKK Desa Bedoyo, lanjut Fitri, adalah sbb:

1. Terdiri dari 8 padukuhan
2. Jumlah dasawisma 70
3. Jumlah Posyandu 18 (Posyandu balita 9 kelompok Posyandu lansia 9 kelompok)
4. Jumlah Posbindu 9 kelompok
5. Jumlah kader desa 109 (kader kesehatan 66 orang, Sub PPKBD 9 orang, dan kelompok KB 34 orang)
6. PAUD Formal ada 3
7. Kampung KB 1, di Dusun Serut
8. Kampung Sehat 1, di Dusun Bedoyo Lor
9. PAUD Non-Formal 4 (3 Kelompok Bermain, 1 Satuan Paud Sejenis)
10. Pertemuan rutin PKK desa setiap pada tanggal 10
11. Pertemuan rutin kader KKBPK-Kesehatan tiap bulan pada tanggal 22

Terkait dengan kegiatan Kesatuan Gerak ini, PKK Desa Bedoyo memiliki visi sbb: Terwujudnya keluarga yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, Berakhlak mulia, dan berbudi luhur, sehat secara lahir dan batin. Sedangkan misinya adalah sbb:

1. Meningkatkan pembentukan karakter keluarga melalui penghayatan pengamalan Pancasila, kegotongroyongan serta kesetaraan dan keadilan gender;
2. Meningkatkan pendidikan dan ekonomi keluarga melalui berbagai upaya ketrampilan dan pengembangan koperasi;
3. Meningkatkan ketahanan keluarga melalui pemenuhan pangan, sandang dan perumahan tinggal layak huni;
4. Meningkatkan derajat kesehatan keluarga, kelestarian lingkungan hidup serta perencanaan sehat; serta
5. meningkatkan pengelolaan dan gerakan PKK meliputi kegiatan pengorganisasian dan peningkatan sumber daya manusia.

Sejauh ini, untuk mengimplementasikan visi dan misi itu, untuk bidang kesekretariatan telah melakukan beberapa sbb:

1. Mengerjakan adminitrasi serta pengisian data sesuai Rakernas VIII tahun 2015;
2. Pemantapan dan peningkatan fungsi perkembangan PKK dengan prioritas; pemantapan kelembagaan dan kinerja pengurus al:
a. Pembinaan kinerja pengurus dan sekertariat PKK, 

b. menyelenggarakan pertemuan rutin PKK, dan c. melakukan pencatatan; 3. Peningkatan komunikasi dan edukasi;
4. Mensosialisasikan 10 program pokok PKK kepada masyarakat melalui antara lain: media sosial, website desa, mengikuti dan berpartisipasi pada kegiatan HUT RI, Hari Kartini baik di tingkat desa maupun kecamatan, mengikuti dan berpartisipasi pada kegiatan Bersih Desa (Rasulan); dan
5. Menyusun laporan sebagai pertanggungjawaban dari pelaksanaan 10 program pokok PKK.

Adapun dari bidang bendahara, yang sudah dilakukan al: Merencanakan bantuan Alokasi Dana Desa yang diterima untuk menunjang kegiatan 10 program pokok PKK.
1. Menyelenggarakan adminitrasi keuangan TP PKK sesuai ketentuan yang berlaku
2. Mengerjakan pembukuaan sesuai aturan
3. Menyimpan dan menyusun bukti pemasukan dan pengeluaran yang benar
4. Menggalang dana dari swadaya masyarakat

4 Pokja
Dalam PKK ada 4 (empat) Pokja, di mana untuk pokja-pokja (kelompok kerja) tersebut, yang sudah dilakukan dalam rangka Kesatuan Gerak ini adalah:

Pokja I:

1. Program Penghayatan dan Pengamatan Pancasila
a. Pembentukan Pola Asuh Anak
b. Pembentukan kelompok Bina Keluarga Remaja
c. Pembentukan kelompok Bina Keluarga Lansia
d. Pembinaan kelompok BKB, BKR, BKL
e. Pembinaan PAUD
f. Pembinaan kelompok Posyandu Balita, Lansia, Posbindu


2. Kegiatan Gotong Royong
a. Gerakan kebersihan lingkungan
b. Kegiatan keagamaan
c. Rukun kematiaan
d. Kegiatan arisan
e. Jimpitan



Pokja II:

1. Pendidikan dan Ketrampilan
a. Pembinaan dan pemantapan PAUD (Formal dan Non Formal)
b. Pembinaan BKB, BKR, BKL, PIK Remaja
c. Pelaksanaan senam bugar lansia
d. Pembinaan kelompok PKK dusun, dasawisma dan kelompok-kelompok lain


2. Pengembangan kehidupan berkoperasi
a. Penguatan/pengembangan kelompok UPPKS, utamanya di Kampung KB Dusun Serut
b. Mengikuti bazar pada even-even tertentu



Pokja III:

1. Pangan
a. Mengikuti lomba cipta menu dari ikan Tingkat Kabupaten
b. Mengikuti lomba B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, Aman) tingkat kabupaten
c. Mengikuti sosialisasi keamanan pangan di kabupaten
d. Melaksanakan lomba menu PMT dari sayur dan buah dalam rangka kegiatan GERMAS di tingkat desa
e. Mengikuti lomba tumpeng tingkat kecamatan


2. Sandang
a. Ikut serta lomba berbusana serasi dalam rangka Hari Kartini
b. Gerakan Sayang Batik
c. Membudayakan memakai busana tradisional setiap Kamis Pahing

3. Perumahan dan Tata Laksana Rumah Tangga
a. Pemantapan PHBS, KTR, STBM
b. Penyuluhan rumah sehat dan layah huni
c. Sosialisasi pengelolaan sampah
d. Menyediakan tempat sampah organik dan an anorganik, tempat cuci tangan pakai sabun, cecekan rokok disetiap rumah
e. Sosialisasi pemanfaatan lahan pekarangan
f. Mengajak masyarakat menanam sayuran dan buah



Pokja IV:

1. Bidang Kesehatan dan KB
a. Pembinaan PHBS dan Germas
b. Pembinaan peran serta masyarakat dalam penurunan AKI, AKB, AKBAL melalui pembinaan P4K, pembinaan dan pencatataan bumil, kelahiran, kematian bayi, balita, bumil melahirkan dan nifas.
c. Melaksanakan program bidang kesehatan
d. Mengoptimalkan kegiatan Posyandu Balita, Posyandu Lansia, dan Posbindu
e. Pemantauan pemberian PMT melalui Alokasi Dana Desa
f. Pembinaan BKR, BKL, dan BKB, PIK Remaja, terutama di Kampung KB Serut
g. Sosialisasi pengobatan tradisional
h. Sosialisasi program KB (kontrasepsi)
i. Sosialisasi PUP (pendewasaan usia perkawinan)
j. Pemeriksaan SADANIS
k. Pemeriksaan IVA
l. Pembinaan Kader Posyandu
m. Monev Posyandu
n. Pembinaan Dusun Siaga
o. Sosialisasi penanganan ODGJ (orang dengan gangguan jiwa)


Kemudian, terkait dengan program KKBPK, Desa dapat disampaikan bahwa jumlah PUS (sampai bulan Oktober): 7001, dengan kesertaan KB sbb: IUD 89, MOP 0, MOW 17, Implan 70, suntik 299, pil 55, kondom 18, sehingga total: 548. Adapun PUS yang tidak ikut KB datanya sbb: hamil  24, IAS (ingin anak segera) 41, IAT (ingin anak ditunda) 46, TIAL (tidak ingin anak lagi) 42, sehingga total: 153.

2. Kelestarian Lingkungan Hidup:

a. Lingkungan bersih dan sehat
1) Pembinaan pemanfaatan air limbah rumah tangga
2) Mengoptimalkan kegiatan pemeriksaan jentik
3) Sosialisasi keamanan pangan


b. Kelestarian lingkungan hidup
1) Gerakan Jumat bersih
2) Gertak pemeriksaan jentik nyamuk (kartu bebas jentik)
3) Pembinaan arisan jumantik
4) Pembinaan PKK
5) Gerakan menanam TOGA dan warung hidup
6) Gerakan pembuatan SPAL oleh emak-emak
7) Sosialisasi CTPS
8) Pelatihan/pembinaan posyandu lansia
9) Pelatihan/pembinaan Asman Toga
10) Sosialisasi SPAL
11) Pemicuan STBM 5 pilar
12) Pembinaan Posyandu balita
13) Pembinaan padukuhan siaga



Prestasi
Selama proses itu, banyak pretasi yang telah diraih oleh Desa Bedoyo, al:
1. Juara 2 lomba tumpeng tingkat kecamatan
2. Juara 1 lomba balita tingkat puskesmas
3. Juara 2 lomba cerkas kader di jambore kader tingkat kabupaten
4. Juara 2 lomba penyuluhan di jambore kader tingkat kabupaten
5. Juara harapan 1 senam maumere dalam rangka ulang tahun Perwosi
6. Juara 3 tuenamen volly putri tingkat kecamatan
7. Tim jambore kader tingkat kabupaten Gunungkidul mewakili di tingkat provinsi (juara 1 cerdas cermat, juara 2 dance DBD, dan juara 3 Mars Hidup Sehat)

Inovasi

Untuk menggerakkan partisipasi masyarakat Desa Bedoyo, maka dicanangkanlah beberapa inovasi oleh Pemerintah Desa, yang alhamdulillah, disambut dengan animo yang tinggi, al:
1. Gispa (Gerakan Ibu Sadar Pajak)
2. Infak Ibu
3. Bergaji Penet (Gerakan Ajak Ngaji Pecandu Sinetron)
4. Omah Kredit (Obah Mamah Kreatif Jadi Duit)
5. Arisan Jumantik
6. Suzi Sehat (asupan gizi seribu hari pertama kehidupan dan sanitasi)
7. Gissi (Gerakan Ibu Sadar Sadanis Dan Iva)
8. Gembregah (Gerakan Masyarakat Rombak Sampah Menjadi Rupiah)
9. Gemah Pasar (Gerakan Rumah Tangga Tanpa Asap Rokok)
10. Gemas Sorga (Gerakan Menanam Sayur Dan Toga)
11. Spal Macan ( Spal Yang Dibuat Emak-Emak Cantik)
12. Cuci Pak Sabak (Gerakan Cuci Tangan Pakai Sabun Pada Balita Dan Anak)
13. Tumanting ( Pemantauan Stunting )
14. Gerdu Gaji (Gerakan Terpadu Penanganan Ganguan Jiwa)
15. Ketuk Pintu TBC

*** 
Setelah proses penilaian selesai, tibalah acara kesan dan pesan yang disampaikan oleh Yulius Sulastro, SKM, MKes dari DP3AP2 DIY, mewakili Tim. Yulius, panggilan akrabnya, menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi kepada Desa Bedoyo yang telah memberikan sambutan terbaik kepada Tim, serta telah menampilkan simulasi, atraksi, serta bermacam data, dokumen, yang terkait dengan program-program yang dilaksanakan dalam rangka Kesatuan Gerak PKK-KKBPK-Kesehatan mewakili Gunungkidul, baik itu yang bersifat reguler maupun inovatif. “Program-program yang sudah berjalan baik di Kampung KB, sentra perekonomian, Kampung Sehat, juga kegiatan-kegiatan pemberdayaan berskala desa, sungguh luar biasa dan menginspirasi. Jarang desa-desa lain memiliki kerativitas dan inovasi seperti di Desa Bedoyo ini. Apalagi tadi tampilan dari kader-kader yang tergabung dalam grup paduan suara. Suaranya bagus, kompak, belum lagi tadi ada Mars Desa Bedoyo yang sungguh luar biasa aransemen dan liriknya,” kata Yulius.

Di akhir pesannya, Yulius hanya memberi sedikit catatan. “Berdasarkan data dari Tim yang dititipkan ke saya, bahwa untuk Rumah Data Kependudukan yang juga sudah ada di balai dusun masih ada sedikit kekurangan, yakni data status pendidikan warga dusunnya. Harusnya, dilengkapi data tentang pendidikan dari setiap warga dusun, misalnya KK-nya pendidikan terakhir apa, anggota keluarga yang lain pendidikannya apa, apakah sudah tamat, ataukah sedang menempuh pendidikan, dsb. Begitu juga di Pokja PKK-nya, harusnya ada data mengenai pendidikan. Tetapi tidak apa-apa, harapanya nanti bisa dibenahi setelah evaluasi ini,” pungkas Yulius.(*) [Sabrur Rohim, SAg, MSI, PKB Girisubo & pimred Cahaya Keluarga]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *