Bertempat di balai dusun, Pokja Kampung KB Ngalangombo kembali menggelar acara pelatihan ekonomi produktif yakni ketrampilan untuk meningkatkan pendapatan ekonomi. Even ini berlangsung selama 4 hari, sejak Kamis sampai Ahad (5-8/12), sejak pagi hingga sore hari, dibagi dalam 2 sesi, sehari untuk sesi teori, dan 3 hari untuk sesi praktik.

Kegiatan diprakarsai serta didanai oleh Pemdes Dadapayu, Semanu, yang bekerjasama dengan Disperindagkop Gunungkidul. Sebagai narasumbernya pun dari Disperindagkop dan Ketua UKM “Putri 21”, Playen Gunungkidul. Adapun pesertanya adalah 40 orang warga Kampung KB yang terdiri atas pengurus Pokja Kampung KB dan pengurus serta anggota UPPKS “Barokah”.

Pelatihan ini secara khusus tentang olahan jagung, sehingga dibahas tentang seluk beluk jagung itu sendiri, cara menanam dan memanennya yang bagus, kandungannya apa saja, nilai gizinya, proteinnya, dan sebagainya, serta bisa  dijadikan olahan dalam bentuk apa saja, dll. Pelatihan tersebut telah menghasilkan ketrampilan membuat 2 macam makanan ringan: roti jagung “goodtime” dan “eggrol”.

Menurut Kadus Ngalangombo, Wita Yulianto, tujuannya adalah untuk optimalisasi pengolahan bahan jagung selain yang sudah ada (konvensional). “Selain itu, agar kader dan masyarakat punya ilmu tentang olahan jagung dan makanan ringan. Alasannya, jika di luar Ngalangombo bisa mengolah bahan jagung secara kreatif, untuk konsumsi, untuk dipasarkan, kenapa Ngalangombo tidak bisa? Harusnya bisa juga, karena itu akan meningkatkan ekonomi warga. Dengan mengolah sendiri untuk dimakan, jadi tak perlu beli. Dan jika dijual, jelas akan menambah pendapatan,” tegas Wita.

Wagiman, anggota BPD Dadapayu dari Dusun Dayakan Kulon, mengatakan bahwa alasan dipilihnya Ngalangombo karena sebagai bentuk dukungan penuh terhadap keberadaan kampung KB. “Selama ini, sebelum dijadikan sebagai Kampung KB, warga Ngalangombo memang merasa terpencil,  dalam banyak hal apa-apanya serba tertinggal, bahkan ironisnya mereka sering jadi sasaran bank plecit (rentenir). Perekonomian di sana juga tidak maju, pokoknya paling tertinggal ketimbang dusun-dusun lain di Dadapayu,” kisah Wagiman.

“Semuanya sekarang sudah berubah setelah dijadikan sebagai Kampung KB,” sambung Wagiman. “Warga Ngalangombo sangat antusias dan apresiatif terhadap keberadaan Kampung KB, sehingga mereka mendukung semua kegiatan yang dilaksanakan di dusun. Pokoknya mereka sangat bersemangat ingin maju, meskipun harus mengeluarkan kocek sendiri, tidak semata mengandalkan bantuan atau stimulan dari pemerintah untuk kampung mereka. Inilah alasan kenapa dipilih Ngalangombo, yakni selain sebagai bentuk dukungan atau fasilitasi terhadap keberadaan Kampung KB di sana, juga penghargaan kepada warga dusun yang selama ini mau memberdayakan diri dan bersemangat, bahkan berkorban untuk memajukan dusunnya.”

PKB pembina Kampung KB Ngalangombo, Sujadi, SSos, juga

menambahkan bahwa tanggapan masyarakat Ngalangombo sendiri sangat positif, terkait dengan pelbagai intervensi kegiatan di kampung dari pelbagai sektor dan lini. “Karena, sejauh yang saya amati, masyarakat di Ngalangombo sudah komitmen, sudah sadar, bahwa dengan adanya kampung KB, tidak lain tak  bukan, masyarakat hanya akan diajak satu saja: maju!” ujar Pak Jadi, sapaan akrabnya.

Selain pelatihan secara teori sehari dan praktik selama tiga hari, dari pihak Disperindagkop Gunungkidul juga menghibahkan alat pengolahan/penggilingan jagung kepada Kampung KB Ngalangombo, agar bisa dipergunakan oleh kelompok UPPKS untuk usaha pengolahan jagung dengan bekal ilmu yang diperoleh selama pelatihan itu.(*) [Sabrur Rohim, SAg, MSI & Sujadi, SSos, PKB Girisubo dan Semanu]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *