Bertempat di Balai Penyuluhan KKBPK Kecamatan Playen, Selasa (22/10) 2019, pada acara Pertemuan Penyuluhan Program KKBPK kabupaten Gunungklidul, Yusuf Tianotak selaku Kapolsek Playen mengajak peserta pertemuan untuk saling bekerja sama dalam menjaga keamanan dan ketertiban dilingkungan wilayah Playen.

Beliau sebagai Kapolsek siap dipanggil setiap saat dalam rangka memerangi penyakit masyarakat yang mungkin muncul di wilayah Playen. Pak Yusuf, sapaan akrabnya, menyampaikan bahwa kalau ada permintaan warga terkait dengan pemberantasan pekat, maka kasus ini pasti akan diproses sampai ke atas. Hal ini dilakukan untuk menjaga integritas korp polisi sektor Playen. Masyarakat diminta untuk tidak takut melapor pada polisi sepanjang kasus itu bukan hoaks.

Dalam kesempatan itu beliau juga sampaikan secara detail tentang pengertian penyakit sosial di masyarakat atau pekat, sebab-sebab timbulnya pekat , macam-macam penyakit masyarakat, dan dampaknya bagi kehidupan dimasyarakat. Tak lupa disampaikan pula materi tentang Napza.

Acara pertemuan penyuluhan program KKBPK yang dihadiri sekitar tiga puluh peserta dari unsur kader BKR, kader dan anggota PIK Remaja, serta PKB se-Kecamatan Playen, yang dibuka  dengan menyanyikan Mars KB.

Sebelum memberikan kata sambutan, Koordinator PKB Playen, Drs Edy Pranoto mengajak seluruh peserta untuk menggemakan “Salam Revolusi Mental” yang dipandu oleh saudari Ria M dan diikuti secara kompak oleh seluruh hadirin.

Dalam sambutannya,  Edy menyitir pidato kenegaraan dari Presiden Republik Indonesia Ir Joko Widodo saat pelantikan, yang intinya mengajak agar setiap ada pertemuan pembinaan program KKBPK hendaknya menjadi sarana untuk meningkatkan kapasitas, integritas bagi semua guna mencapai tujuan program yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan ketahanan keluarga dan tercapainya TFR 2,1.

Selanjutnya, sebagai nara sumber beliau juga menyampaikan secara detail materi tentang program “Generasi Berencana” yang mencakup 3 pilar, yaitu perencanaan di bidang pendidikan, pekerjaan serta kesiapan dalam berkeluarga. Diingatkan agar setiap remaja memiliki cita-cita dalam hidup yang dijabarkan dalam rencana jangka panjang, menengah, dan pendek. Untuk kesiapan hidup berkeluarga disampaikan perlunya mempertimbangkan kesiapan dari aspek usia, mental, fisik, sosial, ekonomi dan kembali untuk menggunakan pertimbangan bibit, bebet, bobot dalam memilih pasangan hidup dan jangan terjerumus dengan semboyan jangka pendek, power of love, agar tidak kecewa di kemudian hari.

Pada sesi terakhir disampaikan materi tentang “Gerbang Markhamah” atau Gerakan Pembangunan Masyarakat untuk Ketahanan Rumah Tangga yang disampaikan oleh  Mutohar Abbas, SAg, MA. Materi ini cukup penting untuk meningkatkan ketahanan keluarga dengan harapan agar kasus perceraian keluarga di masyarakat Gunungkidul dapat ditekan sekecil mungkin.

Adapun konsep Gerbang Markhamah itu sendiri memiliki lima unsur di dalamnya, yaitu: saleh, salehah, istiqomah, amanah, ghinan nafs, dan agamis/kemandirian nilai.

Dalam pertemuan ini diakhiri dengan kesimpulan, bahwa peserta pertemuan diharapkan mampu memahami materi yang disampaikan dan sekuat tenaga mengamalkan ilmu tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Diminta pada peserta untuk menyampaikan ilmu yang diterima pada sasaran yang ada dikelompok masyarakat masing-masing, misalnya melalui pertemuan BKR, PIK Remaja, maupun pertemuan di dusun dan dasa wisma.(*)

[Drs Edy Pranoto, Koordinator PKB Playen]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *