Kampung KB “Berseri” Dusun Serut, Bedoyo, Ponjong menjadi dusun sampel untuk kegiatan Evaluasi Kesatuan Gerak PKK-KKBPK-Kesehatan tahun 2019 tingkat provinsi DIY. Meski lokasinya di pelosok, jauh dari perkotaan dan jalan raya, namun Serut tak kalah maju dan bersemangat dalam

membangun dusunnya, memajukan pembangunan di bidang kesejahteraan keluarga, KKBPK (kependudukan, KB, & pembangunan keluarga), serta kesehatan. Banyak inovasi kegiatan warga untuk mendukung keinginan tersebut, dan warga sangat antusias mengimplementasikannya, karena mereka sadar dan tahu urgensi serta manfaatnya bagi kesejahteraan warga. Maka sangat layak jika Kecamatan Ponjong memilih Kampung KB Serut, Bedoyo, sebagai sampel tingkat dusun dalam Kesatuan Gerak PKK-KKBPK-Kesehatan tahun ini.

Ketika Tim Evaluasi sampai ke lokasi, warga Serut menyambutnya dengan rombongan bergodo dusun dan atraksi drumband anak-anak Serut, dengan tampilan dan atraksi yang meriah nan cantik. Suasana menjadi lebih energik karena kemudian ditampilkan atraksi senam lansia secara massal, di mana semua hadirin yang ada di lokasi diharuskan juga ikut bergerak mengikuti gerakan senam instruktur. Heboh dan ramai luar biasa.

Seusai senam lansia yang diikuti oleh lansia, juga seluruh tamu undangan, warga, dan anggota Tim Evaluasi, acara seremonial pun dimulai. Pertama pembukaan dengan doa bersama, dilanjutkan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars KB, yang kemudian dilanjutkan tampilan yel-yel kader KB-Yandu Serut di depan Tim. Sangat apik dan anggun performansinya, menampilkan gerakan dan nyanyian berlirik pesan-pesan tentang pemberdayaan keluarga, KB, dan kesehatan.

Fragmen
Acara berlanjut penampilan fragmen, drama, yang dipentaskan oleh kader dan anggota BKR dan PIK Remaja Dusun Serut. Tampilannya sangat memukai, mengundang gelak tawa, khidmat, dan haru. Hadirin tidak menyangka bahwa banyak bibit-bibit kemampuan akting di dusun yang terpencil itu. Tema yang diusung adalah perlunya keluarga mengatur kelahiran, mengatur besaran keluarga, serta meningkatkan pendapatan ekonomi keluarga. Diceritakan dalam fragmen itu, tentang sebuah keluarga dengan anak banyak, yang kondisinya memprihatinkan, karena anak-anak mereka membutuhkan nafkah yang banyak, bermacam-macam, apalagi ada salah satu anak yang mengalami stunting, tetapi di sisi lain pendapatan keluarga semakin menurun. Ini kemudian menjadi peringatan bagi keluarga tersebut, betapa penting pengaturan kelahiran, pola asuh yang baik kepada anak-anak, serta pentingnya berinisiatif meningkatkan pendapatan keluarga. Keluarga tersebut diarahkan agar ikut kegiatan BKR (Bina Keluarga

Remaja) di dusun, agar orangtua punya wawasan pengasuhan yang baik kepada remaja; anak-anak mereka bisa bergabung dengan kegiatan PIK Remaja dusun, agar punya wadah untuk beraktualisasi, mendapat edukasi dari teman sebaya tentang dunia remaja, khususnya masalah kesehatan reproduksi; ibu bisa bergabung dengan kelompok UPPKS dusun agar bisa ikut kegiatan usaha seperti membuat produk, mengemas produk, dan memasarkan produk untuk menambah penghasilan.

Dalam paparan Dukuh Serut, Sriyanto, program Kampung KB telah berdiri sejak 2018 silam, dengan pembina Jamingan, PKB Ponjong. Akan tetapi, pertengahan 2019 ini Jamingan mamasuki purna tugas, sehingga pembinaan diganti oleh PKB lain dari BPKB Ponjong juga, Astutik Uswatun Hasanah. Dalam prosesnya, bermacam kegiatan telah dilaksanakan di Kampung KB, baik berupa musyawarah Kampung KB ataupun pembinaan ketahanan keluarga kepada Poktan Tribina: BKB “Trengginas”, BKR “Baruna”, dan BKL “Mandiri”, dan alhamdulillah animo masyarakat sangat bagus, mereka sangat antusias mengikuti semua kegiatan secara aktif, setidaknya sebulan sekali. Selain itu, kegiatan UPPKS “Mawar Sari” dan PIK-R “IRS” (Ikatan Remaja Serut) juga aktif setiap sebulan sekali mengadakan pertemuan. Adanya UPPKS membantu keluarga untuk meningkatkan pendapatan; meski tidak banyak, tetapi sangat membantu menambah penghasilan. Di Kampung KBSerut, UPPKS “Mawar Sari” yang diketuai oleh Ari Dwi Hastuti, SPd (istri Sriyanto), memiliki produk unggulan khas kue ketawa berbahan gandum, terigu, mentega, telur. Dinamakan “kue ketawa” bentuknya setelah penggorengan menyerupai wajah yang tertawa. Selain kue, produk unggulan lainnya adalah krecek singkong dan sriping pisang. “Porduk-produk tersebut juga hari ini dijual oleh anggota UPPKS di acara ini, sehingga nanti bisa dibeli,” ujar Sriyanto.  Sedangkan melalui adanya PIK-R, menurutnya,  remaja memiliki wadah yang positif untuk berkumpul dan berbagi informasi yang mereka butuhkan sesuai tahapan perkembangan mereka.


Tujuh Inovasi
Dalam mengimplementasikan program Kesatuan Gerak PKK-KKBPK-Kesehatan, Kampung KB Serut membuat gebrakan dengan merilis pelbagai macam inovasi bersama yang melibatkan semua warga dusun. Inovasi-inovasi tersebut antara lain:

1. Gumbregah: gerakan rombak sampah jadi rupiah, yang ditangani oleh para remaja anggota PIK-R; sampah dipilah menurut jenisnya, lalu dijual atau dijadikan kerajinan tangan untuk dipasarkan.

2. Pitulung: ketuk pintu sarana tetulung, yakni gerakan ketuk pintu dari rumah ke rumah oleh petugas ronda, untuk memastikan keadaan rumah aman.

3. Jampi Sayah: janji pasangan suami-istri untuk KB pasca salin cegah kehamilan; gerakan ini untuk memastikan bahwa setiap ibu yang bersalin harus sudah ikut KB sebelum bayi berusia 42 hari, agar jangan sampai terjadi kehamilan yang tak diinginkan sebelum bayi genap setidak-tidaknya 2 tahun.

4. Tapak Dara: tabungan PKK untuk pajak, persalinan, dan hari raya; merupakan inisiatif ibu-ibu anggota PKK untuk menyimpan dana bagi keperluan pajak, persalinan (bagi yang hamil), serta hari raya, yang dikumpulkan setiap pertemuan PKK.

5. Tukar Mama Ayu-Ayu: satu pekarangan lima macam sayur-mayur; gerakan bersama bahwa setiap KK atau rumah tangga menanam lima macam sayur-mayur di sekitar rumahnya, khususnya dengan memanfaatkan pekarangannya, atau bisa juga di tabula pot; gerakan ini terbukti sangat bermanfaat, karena dapat hemat biaya beli sayur-mayur di pasar, selain sayur-mayur hasil tanam sendiri jelas lebih sehat dan higienis.

6. Egasaro Ibunya Amat: mencegah satu hisapan rokok ribuan nyawa selamat; merupakan gerakan bersama semua lelaki perokok di dusun untuk sedikit demi sedikit mengurangi rokok, karena dengan menghindari rokok keluarga jadi lebih sehat.

7. Emas Cinta Pak Bunalir: memasyarakatkan enam langkah cuci tangan pakai sabun dan air mengalir; merupakan gerakan bersama seluruh warga menjaga kesehatan dengan mencuci tangan dengan sabun pada air mengalir, terutama sebelum makan.

Ketua Tim Evaluasi, Sujoko, SSos, MSi, yang juga merupakan Kepala DP3AKPM dan D Gunungkidul, mengapresiasi program-program yang telah dilaksanakan dalam rangka Kesatuan Gerak PKK-KKBPK-Kesehatan ini dan berharap agar terus dilanjutkan meski masa evaluasi sudah selesai. Secara khusus, Sujoko sangat kagum dengan inovasi-inovasi akromis khas Dusun Serut tersebut, yang khas dan menginspirasi bagi dusun-dusun yang lain untuk punya gebrakan-gebrakan yang sejenis.

“Di sini juga ditampilkan simulasi pertemuan BKB oleh para pengrus dan anggota BKB “Trengginas”, di mana tampak sekali mereka cukup tahu dan paham tentang bagaimana parenting yang baik, juga praktiknya. Ini merupakan sesuatu yang menggembirakan, berarti intervensi program yang selama ini kami laksanakan tidak sia-sia, tetap benar-benar berdampak,” terang Sujoko saat ditanyai oleh  reporter ADITV di lokasi.

Hanya saja, Sujoko memberi masukan, bahwa untuk Rumah Data Kependudukan yang juga sudah ada di balai dusun masih ada sedikit kekurangan, yakni data status pendidikan warga dusunnya. “Harusnya, dilengkapi data tentang pendidikan dari setiap warga dusun, misalnya KK-nya pendidikan terakhir apa, anggota keluarga yang lain pendidikannya apa, apakah sudah tamat, ataukah sedang menempuh pendidikan, dsb. Semoga nanti bisa dibenahi setelah evaluasi ini,” ujar Sujoko. (*) [Sabrur Rohim, SAg, MSI, pimred Cahaya Keluarga & PKB Girisubo]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *