Ahad, 1 Desember kemarin bertepatan dengan peringatan Hari AIDS internasional. Meski hari libur, itu bukan jadi penghalang bagi insan genre Girisubo yang tergabung dalam Forum PIK-R untuk mengadakan kegiatan demi merefleksi Hari AIDS sedunia di Warung “Joglo” Pantai Wediombo, Jepitu, Girisubo.

Forum PIK-R Girisubo sendiri merupakan gabungan dari beberapa PIK-R se-Kecamatan Girisubo, terdiri atas PIK-R Police Karangawen, PIK-R Respect Tileng, PIK-R Kembang Brayan SMPN 1 Girisubo, serta PIK-R Setyotuhu Wuni Nglindur. Menaiki dua anak bus, rombongan yang terdiri atas 35 orang berangkat dari kompleks Kecamatan Girisubo jam 11, dan setengah jam kemudian sampai di lokasi.

Agenda refleksi Hari AIDS tersebut ada 2, yakni penyuluhan tentang (1) peran remaja dalam menjaga keamanan dan ketertiban di desa dan (2) menjadi remaja berkualitas, serta bakti sosial bersih Pantai Wediombo. Penyuluhan pertama disampaikan oleh Kanit Bimas Polsek Girisubo, Lasidi, yang pada intinya mengajak remaja untuk peduli dengan lingkungan sekitar terkait dengan masalah keamanan dan ketertiban. Lasidi menyinggung kondisi belakangan ini yang rawan oleh bahaya kejahatan radikalisme dan terorisme, sehingga remaja perlu waspada jika ada hal-hal ataupun gejala mencurigakan di lingkungan sekitarnya. Lasidi berpesan agar remaja menjadi contoh atau teladan bagi lingkungannya, menjadi remaja berkualitas, remaja yang memberi manfaat bagi lingkungannya, bukan malah menjadi sumber masalah.

“Apalagi kalian menjadi anggota dan pengurus PIK-R, maka harusnya menjadi contoh dan pelopor bagi masyarakat. Hindari perbuatan-perbuatan yang tak bermanfaat, apalagi merugikan lingkungan. Jauhi rokok, miras, apalagi narkoba. Jauhi juga kebut-kebutan di jalan raya, tawuran. Perbanyak kegiatan yang positif seperti olah raga, seni budaya, bisnis, karngtaruna, dll,” tambah Lasidi.

Materi berikutnya disampaikan oleh Dwi Lestyandari, AMd Gizi, penyuluh KB Kecamatan Tepus. Ndari, sapaan akrabnya, pertama-tama menyampaikan rasa bangganya kepada remaja Girisubo yang tergabung dalam Forum PIK-R, karena pilih mengikuti kegiatan-kegiatan positif seperti hari itu ketimbang kegiatan lain yang tek tentu arah dan juntrungnya. “Remaja Girisubo luar biasa!” kata Ndari.

Dalam paparannya,  Ndari menyampaikan tentang beberapa ciri remaja,  di antaranya (1) suka pada lawan jenis,  perasaan senang kepada lawan jenis,  karena adanya hormon di dalam tubuh yang mulai tumbuh: testosteron (laki-laki),  progesteron (perempuan). Untuk mengendalikan hormon-hormon ini agar tidak kebablasan,  kita harus memakai rambu-rambu: mata,  telinga,  hati. Dikatakan bahwa remaja yang keren tidak mudah terlena dalam pergaulan; khususnya bagi perempuan, jangan mudah terlena oleh bujuk rayu lelaki sehingga menyerahkan segala-galanya kepada lelaki.

Ciri kedua (2) batinnya labil, plin-plan, mudah terpengaruh, belum stabil, sehingga mudah terpedaya oleh hal-hal yang buruk. Remaja hendaknya jangan gampang terpengaruh oleh bujuk rayu temannya agar melakukan hal-hal yang negatif seperti rokok, miras, narkoba, dll.

Ciri ketiga (3) rasa ingin tahunya sangat tinggi, atau istilah gaulnya: kepo. Remaja punya rasa ingin tahu yang sangat tinggi, sehingga ingin coba-coba seperti ingin mengonsumsi narkoba, seks bebas, dsb. Apalagi di era sekarang ketika semua remaja memegang HP. Hendaknya remaja harus bijak dalam menggunakan sarana HP, yakni untuk mencari tahu hal-hal yang positif dan bermanfaat.

Ciri keempat (4), remaja ingin menang sendiri, rasa keakuannya masih tinggi, egois. Remaja yang bergabung dengan PIK-R harusnya tidak punya sikap seperti itu, karena sudah terdidik oleh suasana kebersamaan.

Ciri kelima (5), remaja punya kecenderungan untuk berkumpul dengan teman. Remaja yang baik akan selalu bersosialisasi dengan teman, karena itu merupakan dorongan psikologis. Oleh karena itu, hendaknya mencari teman yang bermanfaat, salah satunya dengan bergabung dengan PIK-R, karena di PIK-R pasti akan selalu terarahkan untuk hal-hal yang positif.

Seusai materi dari Polsek dan PKB, acara dilanjutkan dengan sesi poto bersama. Semua anggota dan pengurus PIK-R, kelompok demi kelompok melakukan poto bersama Kanit Bimas Polsek Girisubo Lasidi, Babin Kamtibmas Jepitu Dwi Susanto, PKB Girisubo Sabrur Rohim, PKB Tepus Dwi Lestyandari, dan pembina siswa SMPN 1 Girisubo Listyana Indawati.

Setelah itu, acar dilanjutkan dengan makan siang bersama, salat zuhur, dan kemudian bersama-sama ke Pantai Wediombo untuk aksi bakti sosial bersih sampah.

Ketua Forum PIK-R Girisubo, Beti Ruhani, menyatakan kegembiraannya dengan acara hari itu, karena sebagai wujud kepedulian remaja Girisubo atas persoalan-persoalan di

masyarakat. “Kita setiap tanggal 1 Desember selalu menggelar acara ini, untuk mengingatkan kita semua para remaja, juga masyarakat luas, tentang bahayanya penyakit AIDS ini. Maka kita harus mendidik remaja dan masyarakat untuk menjauhinya. Remaja jangan ngeseks di luar nikah, jangan pacaran tanpa kendali, karena itu bisa saja mengarah pada keterjangkitan virus HIV. Di sisi lain, kepada mereka yang sudah telanjur terjangkiti HIV dan AIDS, kita juga harus peduli, jangan menjauhi dan memberi stigma buruk kepada mereka, agar harapan hidup mereka kian tinggi. Kita tahu, bahwa penularan HIV hanya melalui hubungan seks, jarum suntik, dan sejenisnya. Kalau hanya bersalaman, bersenggolan, tak mungkin ada penularan. Dengan refleksi hari ini, kita ingin menyadarkan remaja dan masyarakat tentang hal itu, melalui acara penyuluhan dan bakti sosial di Wediombo ini,” ujar Beti.(*) [Sabrur Rohim, MSI, PKB Girisubo dan pimred Cahaya Keluarga]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *