Pada hari Selasa (26/11) di Kecamatan Tepus diselenggarakan Pertemuan Program KKBPK yang dihadiri oleh:  Kepala sekolah UPT Puskesmas Tepus I, kader PPKBD, Sub PPKBD, PKK, dan Penyuluh KB.

Pertemuan dibuka dengan berdoa  bersama-sama yang dipimpin oleh Koordinator Penyuluh KB Kecamatan Tepus. Kemudian dilanjutkan menyanyikan Mars yang dipandu oleh Sri Sugiyarti selaku dirijen.

Selanjutnya disampaikan oleh koordinator PKB ihwal evaluasi capaian pelaksanaan program KKBPK Tingkat Kecamatan Tepus oleh Edy Subambang, SSos.

Menurut Edy, bahwa program KKBPK merupakan implementasi dari Undang-undang No 52 Tahun 2019 tentang Perkembangan Kependudukan Keluarga Berencana Pembangunan Keluarga, yang isinya antara lain: pendewasaan usia perkawinan, pengaturan kelahiran, ketahanan keluarga, peningkatan kesejahteraan keluarga serta pembangunan yang berwawasan kependudukan.

Lanjut Edy, sarana pelayanan KB di Kecamatan Tepus ada 2 KKB dan 3 Praktik Bidan Mandiri, tenaga dokter ada 2 orang dan tenaga bidan ada 5 orang. Adapun tenaga lini lapangannya adalah sbb: Penyuluh KB ada 2 orang, PPKBD ada 5 orang, Sub PPKBD 83 orang dan kader kelompok KB RT ada 351.

Kata Edy, pencapaian peserta KB baru di Kecamatan Tepus sudah tercapai 66, 42% dari target 697 calon peserta KB baru. Sedangkan pencapaian peserta KB aktif sudah tinggi yaitu  81,70%, demikian Edy Subambang mengakhiri materinya.

Kemudian dilanjutkan penyampaian materi oleh Minto, SKM, Kepala UPT Puskesmas Tepus I  tentang Penyakit Tidak Menular (PTM).
Menurut Minto, PTM adalah Penyakit tidak menular yang disebabkan oleh mikro organisme (kuman), penyakit tidak ditularkan orang ke orang, penyakit yang pada umumnya perkembangannya lambat. Menurut WHO penyakit tidak menular prioritas adalah sbb: penyakit jantung, pembuluh darah, pernafasan kronis, diabetes, cedera kecelakaan.

Lanjut Minto, bahwa PTM merupakan masalah utama kesehatan, selain juga merupkana penyebab kematian utama. Banyak penderita usia muda, biaya pelayanan kesehatan tinggi, dan sebagian besar tidak terdeteksi.

Tantangan pengendalian PTM kedepan, menurut Minto, adalah sbb:
1. Kasus PTM cenderung meningkat, mengancam pertumbuhan ekonomi nasional.
2. Tingkat kepedulian masyarakat tidak menyadari ancaman PTM, banyak kasus keterlambatan dalam penanganan.
3. Terkait dengan fasilitas pelayanan kesehatan, cenderung orientasi lebih pada pelayanan kuratip.

Penyebab penyakit PTM, menurut Minto, antara lain tembakau, sedangkan penyakit yang ditimbulkannya antara lain jantung, kanker, pernafasan menahun, penyakit mulut.

Ada beberapa pola dan perilaku yang berdampak buruk, antara lain sbb: pola makan tidak teratur, ini merupakan hal utama yang sebabkan PTM, semua dari pola makan! Adalu. penyakit yang ditimbulkannya jantung, kanker, kencing manis, tulang keropos, penyakit mulut; kurang olah raga bisa menimbulkan jantung, kanker, kencing manis, tulang keropos, penyakit jiwa; alkohol bisa mengakibatkan jantung, kanker, penyakit jiwanya dan kecelakaan.

Menurut Minto, untuk menekan PTM (penyakit tidak menular ) sangat perlu diberdayakan Posbindu (Pos Pembinaan Terpadu). Adapun tujuan dari pada Posbindu adalah:
1. Menjangkau masyarakat yang masih sehat umur 5-59 tahun dan 60 tahun ke atas agar melakukan skrining kesehatan setahun sekali.
2. Mendorong masyarakat untuk mengakses upaya promotif preventif di Posbindu PTM, agar dapat memelihara kesehatannya.
3. Menjangkau masyarakat yang merasa sehat untuk dapat dideteksi dini, faktor resiku PTMnya dan dilakukan intervensi untuk memodifikasi perilakunya baik secara individu, kelompok dan penggerakan masyarakat.
4. Mendorong masyarakat yang potensi sakit  PTM agar dirujuk FKTP untuk mendapatkan penanganan.
5. Memotivasi kepada masyarakat untuk menjadi peserta JKN.(*) [Edy Subambang, SSos, PKB Tepus]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *