Pada hari Rabu (18/9) di Desa Sumberwungu diselenggarakan Pertemuan Program KKBPK. Pertemuan di hadiri oleh Penyuluh KB, Penyuluh Agama, Babinkamtibmas, PPKBD, Sub PPKBD, Kader Kelompok KB dan Kader PKK.

Pertemuan di buka dengan berdoa bersama-sama yang di pimpin oleh Heni Mustikarini selaku  pembawa acara. Kemudian dilanjutkan menyanyikan lagu  Mars KB.

Selanjutnya disampaikan materi oleh  Zulhijjah, SAg Penyuluh Agama dari KUA Kecamatan Tepus. Kata Zulhijjah, membina keluarga menjadi tugas ibu dan bapak,  ibu selaku pengurus keluarga selalu wajib  berdoa kepada Allah SWT supaya dalam membina keluarga diberikan kemudahan, dan anaknya menjadi anak yang saleh dan salehah serta suaminya diberikan kelancaran mendapatkan rezeki dan kesehatan bagi keluarga. Lanjut Zulhijjah, dalam keluarga sehari-hari hendaknya kita selalu berkata yang baik sopan sehingga diberikan Rahmat oleh Allah SWT. Zulhijjah menyampaikan resep doa mohon diberi fasilitas, kemudahan, keberhasilan dan kesuksesan, yang doanya adalah: “Rabbanaa aatinaa mil ladun-ka  rahmatan  wa hayyi’ lanaa  min amrinaa rosyadaa.” Yang artinya: Ya Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami ini” (QS Al-Kahfi: 10).

Mengakhiri katanya, Zulhijjah mengajak peserta agar menjalankan salat tahajud dan mengamalkan doa tersebut di atas supaya keluarganya menjadi keluarga yang sakinah.


Acara dilanjutkan penyampaian materi oleh Edy Subambang, SSos, Koordinator PKB Kecamatan Tepus, yang berjudul, Perilaku Hidup Berwawasan Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga atau disingkat KUHIAS KENANGANKU. Menurut Edy, program ini merupakan implementasi dari program KKBPK dalam kehidupan sehari-hari yang diamanatkan dalam UU No 52 Tahun 2019 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga serta PP No 87 Tahun 2014 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Keluarga Berencana dan Sistem Informasi Keluarga.

Kata Edy, Persoalan Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga dapat diatasi dengan upaya pendewasaan usia perkawinan, pengendalian laju pertumbuhan penduduk dan peningkatan ketahanan keluarga maupun kesejahteraan keluarga.

Lanjut Edy, dalam kehidupan sehari-hari ada 10 butir yang dapat  diimplementasikan dari KUHIAS KENANGANKU yaitu:
1. Remaja mendewasakan usia perkawinan, bagi perempuan 21 tahun dan bagi laki-laki 25 tahun.
2. Pasangan Usia Subur (PUS) memiliki 2 anak cukup, laki-laki perempuan sama saja.
3. PUS  mengatur jarak kelahiran 3-4 tahun.
4. PUS menggunakan alat kontrasepsi modern, diprioritaskan MKJP ( IUD, Implant, MOP, MOW)
5. Salah satu anggota keluarga bekerja / memiliki usaha ekonomi produktif (ikut kelompok UPPKS)
6. Keluarga yang memiliki Balita ikut dan aktif dalam kelompok BKB
7. Keluarga yang memiliki Remaja ikut dan aktif dalam kelompok BKR
8. Keluarga yang memiliki Lansia ikut dan aktif dalam kelompok BKL
9. Keluarga mengoptimalkan pelaksanaan 8 Fungsi Keluarga (Keagamaan, sosial budaya, cinta kasih, perlindungan, reproduksi, sosialisasi dan pendidikan, ekonomi dan pembinaan lingkungan).
10. Keluarga tertib administrasi kependudukan.

Mengakhiri materinya, Edy mengajak kepada semua Kader IMP agar memberikan contoh dan  panutan kesehariannya dalam melaksanakan kuhias kenanganku.

Kemudian dilanjutkan penyampaian pengarahan dari Aipda Martoyo, selaku Babinkamtibmas Desa Sumberwungu. Martoyo, mengajak ibu-ibu kader menjaga ketertiban dan keamanan di masyarakat dan lingkungannya karena ibu kader sebagai panutan warga  masyarakat dan  apabila ada sesuatu bisa menghubungi saya kata Aipda Martoyo. Petugas Babinkamtibmas selalu  melakukan pemantauan di wilayah Desa Sumberwungu sampai di wilayah Padukuhan.

Mengakhiri pengarahannya, di Desa Sumberwungu akan ada Pilihan Kepala Desa, karena itu Martoyo mengajak ibu-ibu kader agar mengajak masyarakat menjaga keamanan dan kenyamanan.


Kemudian dilanjutkan penyampaian oleh Kusmiyati Pengurus PKK Desa Sumberwungu.
Kata Kusmiyati, bahwa semua manusia itu pasti punya masalah apalagi didalam keluarga problemnya sangat banyak. Oleh karena itu sebagai ibu rumah tangga harus mampu menyikapi untuk mengatasinya. Mari kita sebagai kader merupakan contoh dalam mengatur rumah tangga dan dapat memberikan tauladan dan motivasi kepada lingkungannya. Sehingga ketahanan keluarga akan baik serta 8 fungsi keluarga dapat dilaksanakan di masing-masing keluarga. Ibu selaku pengasuh dan pendidik pertama kepada anaknya di keluarga harus mampu dalam pengasuhan dan pendidikan yang baik sesuai dengan norma-norma agama dan sosial budaya. Lanjut Kusmiyati, dalam  mengakhiri katanya, doa sangat penting untuk memohon karuniaNya agar keluarga diberikan petunjuk dan kemudahan, menjadi keluarga yang harmonis dan berkualitas.(*) [Edy Subambang, SSos, Kontributor Tepus]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *