Jika merujuk berdasarkan Peraturan Gubernur  No 36 Tahun 2013, maka pelaksanan pengintegrasian  Bina Keluarga Balita, Pendidikan Anak Usia Dini dan Stimulasi Deteksi Intervensi Dini Tumbuh Kembang di Posyandu (pos pelayanan terpadu)  merupakan hal yang penting untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan  para kader yang notabene berada pada garda terdepan di kelompok kegiatan agar lebih tra

mpil dalam menjalankan fungsi dan tugas  pelayanan di Posyandu.

Atas alasan itulah kegiatan Trainer of Training  (TOT) ini dilaksanakan. Kegiatan ini berlangsung selama  tiga hari dari tanggal 15 sampai 17 Mei  2019 dengan peserta sebanyak 30 orang kader   terdiri dari unsur Kader BKB, Posyandu dan Tendik PAUD, didelenggarakan di Kampung KB Padukuhan Klampok Giripurwo, Purwosari, Gunungkidul, sedangkan instansi penyelenggaranya adalah DP3AP2   Daerah Istimewa Yogyakarta.
Sebelum Narasumber menyampaikan paparan meterinya  Ketua Kampung KB Klampok, Margono, memberikan saran  dan pesan dalam sambutannya kepada peserta agar dapat mengikuti kegiatan ini dengan penuh perhatian supaya dapat mentransfer materi yang didapat kepada anggota BKB di kampung KB Klampok khususnya dan Kecamatan Purwosari pada umumnya. Margono juga mengucapkan terimakasih karena Klampok sudah terpilih sebagai tempat TOT.
Materi yang diberikan  oleh narasumber dari sejumlah pejabat dari DP3AP2  DIY, DP3AKBPM&D, BKKBN, PKK Kecamatan, Koordinator PKB, Puskesmas Purwosari  dan Koordinator PAUD  sangat menarik para peserta. Diantara materi-materi tersebut antara lain adalah metode pembelajaran, di mana selain teori juga diisi dengan praktik cara mengisi KMS dan KKA tidak ketinggalan pula contoh gerakan halus dan gerakan kasar yang bisa di terapkan pada anak balita. Jika diringkas, materi tersebut menegaskan bahwa sasaran dari BKB  adalah orang tua  atau keluarga yang mempunyai balita dan sebagai forum BKB sebagai upaya peningkatan pengetahuan, ketrampilan, dan kesadaran ibu dan keluarga  dalam membina tumbuh kembang melalui rangsangan fisik, motorik, kecerdasan, sosial, emosional serta moral yang berlansung dalam proses interaksi.

Sedangkan PAUD adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai usia 6 tahun dengan memberikan rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rokhani dan memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut. Secara garis besar pengertian SDIDTK  yaitu program stimulasi (kegiatan merangsang kemampuan dasar  anak), deteksi (kegiatan pemeriksaan untuk menemukan adanya penyimpangan tumbuh kembang) dan intervesi (tindakan tertentu pada anak yang perkembangan kemampuannya menyimpang karena tidak sesuai dengan umurnya) dini (menyuangkut usia balita) tumbuh kembang (terkait dengan aspek tumbuh kembangnya).

Menurut Kabid Dalduk dan KB Dra Dwi Iswantini dari DP3KBPM&D Gunungkidul dan hasil koordinasi dengan Kepala Dinas Sujoko,  SSos, Msi, dalam acara penutupan ToT tersebut, dikemukakan alasan dipilihnya tempat pelatihan di kampung KB ini sebagai rewardkepada kader kampung KB yang  berada di sisi barat wilayah Gunungkidul di mana telah berpartisipasi  dalam lomba desa bulan Maret  kemarin. Dikatakan Dwi, walaupun tidak termasuk kreteria penilaian,tetapi  apa yang diatraksikan oleh kader sebagai kegiatan  pendukung  cukup menarik perhatian para tim evaluasi pembangunan, sehingga di putuskan ToT BKB, Posyandu, PAUD, dan SDIDTK Kabupaten Gunungkidul tahun 2019 (dan satu kabupaten hanya satu paket saja) diadakan di kampung KB Klampok. Dwi meemohon kepada peserta TOT setelah ada pelatihan ini akan berbeda dengan sebelumnya dalam hal kapasitas. Kita patut bersyukur, lanjut Dwi, karena TOT diadakan di wilayah ini sehingga ibu- ibu kader tidak perlu susah payah datang jauh jauh ke Wonosari atau ke Yogyakarta untuk mengikuti pelatihan ini, demi mendapat ilmu baru dan wawasan baru yang bisa di terapkan pada kehidupan sehari hari.  Tak lupa pula Ibu Dwi menyemangati para kader  untuk terus belajar dan belajar meningkatkan kemampuan  walaupun kader bekerja dengan suka rela tanpa gaji tetapi semua itu akan ada hikmahnya, karena kalau tidak kita yang berjuang demi kampung  kita siapa lagi yang akan membantu generasi penerus anak anak kita, untuk tumbuh dan berkembang sesuai tahapannya,  dari lingkungan dan didikan yang baik pula anak anak akan menjadi generasi yang berkualitas.
Selanjutnya di akhir sambutannya  Dwi Iswantini dengan nada bergurau menyatakan, bahwakader gajinya sajuta singkatan dari sabar jujur dan tabah dan seluruh peserta pelatihan memberikan tepuk tangan  sambil tersenyum lebar. Dan acara pun ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Suroto, SSos, MM, koordinator PKB Kecamatan Purwosari Gunungkidul.(*) [Nur Istiqomah, Purwosari]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *