Pada hari Rabu (27/3) di Desa Sumberwungu dilaksanakan Evaluasi Perkembangan Desa oleh Tim Penilai Tingkat Kabupaten Gunungkidul yang berjumlah 35  orang. Tim Penilai disambut di padukuhan sampel, yakni di Padukuhan Rejosari, olehTukinah, AMaPd, Kepala Desa Sumberwungu bersama perangkat desa dan lembaga desa serta didampingi oleh Camat Tepus, Alsito, SSos bersama Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan Tepus. Di Padukuhan Rejosari ini disajikan pemaparan oleh Dukuh Rejosari seputar administrasi padukuhan, RT/RW, LPMP, PKK Padukuhan/RT, dasa wisma serta simulasi Posyandu balita/lansia, Pos PAUD, kelompok BKL, BKR, BKB, kelompok pertanian, masjid paripurna dan rumah sehat.

 Kemudian Tim Penilai Evaluasi Lomba Desa diantar ke Kampung KB Padukuhan Wunut.  Sampai di Padukuhan Wunut , rombongan Tim Penilai yang dipimpin oleh Sujoko, SSos, MSi, Kepala DP3AKBPM&D Kabupaten Gunungkidul sejenak diperlihatkan pentas kebudayaan tradisionalKenduri Mule”, suatu  adat istiadat bagi masyarakat Kecamatan Tepus bilamana mempunyai hajatan.

 
Selanjutnya, rombongan Tim Penilai diantar menuju Embung Ngrinjing untuk melihat kegiatan Pokja Kampung KB bersama PIK Remaja, yakni budidayaperikanan. Sampai di Embung Ngrinjing, Ketua Tim diberikan kalungan bunga dan penyematan caping kepada rombongan Tim Penilai. Selanjutnya rombongan Tim Penilai diantar menuju kegiatan kelompok UPPKS Apsari  di Kampung KB di rumah Puspo Wiratno dan Sugiyem, melihat kerajinan payet, perak dan makanan olahan. Kemudian rombongan Tim Penilai diantar menuju Balai Padukuhan Kampung KB Wunut.
Sujoko, SSos, MSi beserta rombongan tim sampai di Balai Padukuhan Kampung KB Wunut disambut dengan hiburan gejok lesung, nyanyian yelyel KB, pemaparan profil Kampung KB oleh Dukuh Wunut.
Selesai pemaparan, Dukuh Kampung KB Wunut memimpin deklarasi Gerbang Gatas Kampung KB, yaitu gerakan membangun keluarga berkualitas Kampung KB Wunut, yang sepakat berkomitmen bersama lembaga RT, RW, LPMP, PKK, dan tokoh Padukuhan Wunut, yang disaksikan oleh OPD lintas sektor tingkat Kecamatan Tepus dan diketahui oleh Kepala DP3AKBPM&D kabupaten gunungkidul Sujoko, SSos, MSi. Isi dari Gerbang Gatas Kampung KB Wunut yaitu:
1. Keluarga Berencana menjadi kebutuhan keluarga.
2. Menghapus kekerasan dalam rumah tangga.
3. Membudayakan sayang istri, anak beserta anggota keluarga.
4. Membiasakan izin/pamitan anggota keluarga yang dari rumah.
5. Menghapus pernikahan anak dan Pendewasaan Usia Perkawinan.
6. Mencegah perceraian dalam keluarga.
7. Melaksanakan 8 Fungsi Keluarga yaitu: agama, sosial budaya, cinta kasih sayang, perlindungan, reproduksi, sosialisasi dan pendidikan, ekonomi, dan lingkungan.
Kemudian, Tim Penilai ditunjukkan kegiatan simulasi kelompok BKB, BKL, dan PIK Remaja  dan administrasi padukuhan dan lembaga.

Selesai Tim Penilai melihat kegiatan, acara dilanjutkan sambutan oleh Kepala DP3AKBPM&D KabupatenGunungkidul, Sujoko, SSos, MSi, yang menyatakan bahwa Kampung KB adalah miniatur program KKBPK di padukuhan, yang programnya adalah tentang adanya 4 pilar yaitu:
1. pendewasan usia perkawinan
2. pengaturan kelahiran
3. ketahanan keluarga
4. peningkatan kesejahteraan keluarga.

Adapunkegiatankegiatan untuk mencapai program tersebut adalah adanya kelompok BKB, BKL, BKR , PIK Remaja, UPPKS dan tidak kalah pentingnya melaksanakan KB dengan 2 anak cukup. Lanjut Sujoko, bahwa program KB mantap adalah menjadi harapan beliau yaitu bagi pria melaksanakan KB MOP.
Mengakhiri sambutannya Kepala DP3AKBPM&D  mengapresiasi Deklarasi Gerbang Gatas Kampung KB, di mana inimerupakan inovasi di Kampung KB Wunut untuk membangun bersama masyarakat dengan gerakan membangun keluarga berkualitas di Kampung KB demi cepatnya pembangunan di segala bidang di Kampung KB Wunut.

Kemudian rombongan Tim Penilai diantar menujuke Padukuhan Bantalwatu II melihat kegiatan inovasi Kapas Batik yaitu keluarga berencana paska bersalin berhadiah pitik, dan simulasi persalinan dan kunjungan rumah sehat. Sujoko, SSos, MSi, hadir di Padukuhan Bantalwatu II menyerahkan hadiah pitik babon dan jago kepada 2 pasangan usia subur yang melaksanakan KB pasca salin dengan menggunakan alat kontrasepsi implan (susuk).
Selanjutnya rombongan tim diantar ke Padukuhan Pakwungu melihat kegiatan UMKM kuliner kelompok KWT dengan bahan makanan olahan local dari bonggol pisang, jantung pisang, pelepah pisang dan buah pisang.

Kemudian rombongan tim diantar ke Balai Desa Sumberwungu untuk menilai administrasi Pemerintahan Desa, Lembaga Desa dan Pemaparan Kepala Desa Sumberwungu. Kemudian dilanjutkan sambutan Kepala DP3AKBPM&D Kabupaten Gunungkidul, Sujoko, SSos, MSi, selaku Ketua Tim Penilai Lomba Desa Tingkat Kabupaten.

Kata Sujoko, bahwa Lomba Desa adalah mengacu pada Permendagri RI Nomor 81 Tahun 2015, untuk mengevaluasi pelaksanaan tata kelola Pemerintahan Desa, Wilayah dan Pemberdayaan Masyarakat.

Lanjut Kadin, Tim Penilai telah diantar ke 4 Padukuhan yang bermacam-macam kegiatannya, berbeda di masing-masing padukuhan. Hal ini sangat diapresiasi oleh Tim Penilai.
Mengakhiri sambutannya, Kadin juga mengapresiasi paparan Kepala Desa Sumberwungu, Tukinah, AMa Pd, yang dikatakan bahwa paparannya sesuai profil dan tepat waktu. “Ini adalah satu-satunya kepala desa wanita yang mengikuti Lomba Desa dari 18 kecamatan di Kabupaten Gunungkidul,” kata Sujoko.
Selanjutnya, rombongan Tim Penilai Tingkat Kabupaten Gunungkidul dilepas oleh Camat Tepus, Alsito, SSos. Kata Alsito, bahwa lomba desa di Desa Sumberwungu kemampuannya sudah dimaksimalkan dan apa yang menjadi catatan akan dibenahi di kemudian hari.
Kemudian acara ditutup dengan berdoa menurut agamanya masing-masing.(*) [Edy Subambang, Tepus]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *