Senin (17/9) dilaksanakan pertemuan Forum Musyawarah Kampung KB di Padukuhan Wunut, Desa Sumberwungu, Kecamatan Tepus, yang bertempat di Balai Desa Sumberwungu. 

      Forum musyawarah Kampung KB dibuka dengan berdoa bersama-sama dipimpin oleh PKB Kecamatan Tepus, Dwi Listyandari, Amd Gizi, selaku pembawa acara. Selanjutnya disampaikan laporan pelaksanaan Forum Musyawarah Kampung KB oleh Koordinator PKB Kecamatan Tepus oleh Edy Subambang, SSos.

      Kata Edy Subambang, Kampung KB melaksanakan implementasi udang-undang No. 52 Tahun 2009 yaitu: Pendewasaan Usia Perkawinan, Pengaturan Kelahiran, Pembinaan Ketahanan Keluarga, Peningkatan Keluarga Sejahtera dan Pembangunan Berwawasan kependudukan. Lanjut Edy, bahwa untuk peningkatan Keluarga Sejahtera diperlukan 8 Langkah Peningkatan Penghasilan Keluarga:

1. Membentuk Kelompok Ekonomi Produktif/UPPKS;
2. Mengamati peluang pasar;
3. Menentukan jenis usaha;
4. Menggalang modal usaha;
5. Menyelenggarakan proses produksi;
6. Melaksanakan kegiatan pemasaran;
7. Menejemen/melaksanakan administrasi dan keuangan kelompok, dan
8. Kemitraan untuk membina dan pendampingan.

      Kemudian acara dilanjutkan pengarahan Kepala Desa Sumberwungu, Tukinah AMd Pd. Kata Tukinah, dibentuknya Kampung KB adalah untuk mengubah sikap dan perilaku warga masyarakat Padukuhan Wunut, sehingga pendidikan masyarakat minimal 12 tahun dengan lulus SLTA, tingkat penghasilan keluarga meningkat, tingkat pembinaan ketahanan keluarga lebih baik dengan melalui kegiatan BKB, BKR dan BKL.

      Selanjutnya disampaian materi yang berjudul, Membangun Keluarga Sakinah, dari Penyuluh Agama dari KUA Kecamatan Tepus , Zulhijja, SAg. Kata Zulhijja, keluarga sakinah dalam bahasa Arab yang artinya tenang, terhormat, aman, merasa dilindungi, penuh kasih sayang, mantap dan memperoleh pembelaan. Nama sakinah diambil dari Alquran surat  ar-Rum [30]: 21. Lanjut Zulhijja, bahwa  mawaddah wa rahmah, mawaddah adalah cinta yang lebih condong  pada material, cinta karena kecantikan, ketampanan, bodi yang menggoda, cinta pada harta benda. Mawaddah sinonimnya mahabbah, yang artinya cinta dan kasih sayang. 

      Kemudian kata Zul, wa artinya dan, sedangkan rahmah (dari Allah SWT) yang berarti ampunan, anugrah, karunia, rahmat, belas kasih. Lanjut Zul, ciri ciri keluarga sakinah mawadah wa rahmah yaitu:
–  Menurut hadis Nabi antara lain: memiliki kecenderungan kepada agama, saling menghormati dalam keluarga, suami istri, saleh dan salehah, anak-anak berbakti, lingkungan sosial sehat dan dekat rezkinya.
–   Hubungan suami-istri harus ada dasar saling membutuhkan.
–   Suami-istri dalam bergaul memperhatikan hal-hal yang bersifat sosial
–  Suami istri secara tulus menjalankan masing-masing kewajibannya dengan didasari keyakinan yang merupakan perintah Allah SWT.

      Mengakiri materinya Zul, keluarga dalam menghadapi musibah dan kesusahan, selalu mengadakan musyawarah dan bila terjadi perselisihan memohon perlindungan kepada Allah dari keburukan nafsu amarahnya.

      Selanjutnya disampaikan materi dari DP3AKBPM dan D Kabupaten Gunungkidul, oleh Dra Dwi Iswantini yang berjudul, Ketahanan KeluargaMenurut Dwi, ketahanan keluarga adalah keluarga yang memiliki keuletan dan  ketangguhan serta yang mengandung kemampuan fisik dan  materiil guna hidupku mandiri dan mengembangkan diri dan keluarga untuk hidup harmonis dalam meningkatkan kesejahteraan dan lahir batin keluarga. Program pembangunan keluarga, menurut Dwi, adalah upaya mewujudkan keluarga berkualitas yang hidup dalam lingkungan yang sehat. Keluarga yang berkualitas diukur dengan peningkatan ketahanan dan peningkatan kesejahteraan keluarga atau meningkatkan keluarga yang berkualitas sesuai dengan Nawa Cita yang ke 5 yaitu, Meningkatkan Kualitas Hidup Manusia.

      Dwi Iswantini mengakiri materinya dengan menyampaikan dengan 8 Fungsi Keluarga. Kemudian Forum Musyawarah Kampung KB di akhiri dengan berdoa bersama-sama dipimpin oleh pembawa acara.(*) [Edy Subambang, Direktur BPKB Tepus]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *