Pada Selasa (31/7) pagi, Peringatan Hari Keluarga Nasional ke-XXV digelar di area Stadion Sultan Agung (SSA). Hadir dalam kesempatan ini Deputi pelatihan dan pengembangan BKKN Pusat, Muhammad Rizal Damanik, Sekda DIY Ir Gatot Saptadi, GKBRAy A Paku Alam X selaku Wakil Ketua PKK DIY, Wakil Ketua DPRD DIY Arif Noor Hartanto SIP. Turut hadir Bapak Bupati Bantul Drs. H. Suharsono dan perwakilan OPD se-Kabupaten Bantul, OPD KB kabupaten/kota se-DIY, PKB/PLKB se-DIY, perwakilan kader IMP se-DIY, serta perwakilan kader Poktan (kelompok kegiatan) di bawah binaan BKKBN se-DIY.

Peringatan hari keluarga Nasional tahun ini mengambil tagline: “Cinta keluarga, Cinta terencana, 25 tahun Hari keluarga Nasional, sebagai momentum bersama meraih Indonesia emas tahun 2045.”

Dalam sambutannya, Bupati Bantul, Drs H Suharsono menyampaikan, dipercayanya Bantul sebagai tuan rumah peringatan Harganas merupakan sebuah penghargaan dan kehormatan untuk pemerintah dan seluruh masyarakat Bantul.

“Sudah barang tentu kegiatan ini akan menjadi energi bagi kami untuk menggerakkan emosi, semangat, dukungan, dan harapan bagi seluruh masyarakat khususnya kami masyarakat di Bantul. Kita ingin masyarakat termotivasi untuk meningkatkan pemahaman bahwa keluarga merupakan wahana utama dan pertama dalam membangun kualitas manusia di Indonesia,” katanya.

Menurut Suharsono, keluarga merupakan pilar utama dalam membangun karakter manusia Indonesia. Melalui peringatan Hari Keluarga Nasional, diharapkan ini menjadi satu momentum untuk menyatukan persepsi dan komitmen bersama dalam membangun keluarga yang berdaya saing, berkarakter, menuju Indonesia emas tahun 2045. “Berhasil dan tidaknya anak-anak kita, bisa dilihat dari peran keluarga,” terangnya. Suharsono mengungkapkan bahwa era digital saat ini menjadi tantangan tersendiri untuk membangun keluarga. Sebab itu, ia berpesan, teknologi yang ada seyogyanya jangan sampai menghilangkan komunikasi antar anggota didalam keluarga.”Komunikasi itu penting. Anak-anak diawasi, diarahkan. Karena pengawasan anak tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada sekolah,” jelas dia.

Sementara itu, Deputi Bidang Latbang BKKBN Pusat, Prof Rizal Damanik, dalam sambutannya menegaskan, bahwa untuk melahirkan generasi bangsa yang baik hanya bisa dilakukan dengan perencanaan keluarga yang baik.

“Jangan sampai ketika datang masalah baru bingung. Karena keluarga merupakan wahana pertama dan utama membangun karakter dan kualitas hidup manusia sejak dalam rahim sampai menjadi lanjut usia,” ujar pria Batak kelahiran Bogor ini.



Membuka lembaran sejarah, Prof Rizal Damanik mengatakan program Keluarga Berencana (KB) sudah diawali sebuah institusi swasta tahun 1968 bernama Lembaga Keluarga Berencana Nasional (LKBN). Dua tahun kemudian diresmikan Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional. Meski dengan berbagai keterbatasan terutama bidang telekomunikasi maupun akses masuk wilayah dari Sabang sampai Merauke, namun Indonesia berhasil meraih penghargaan dari PBB yang diterima Presiden Soeharto (waktu itu).

Pada perkembangannya muncul paradigma baru setelah 2009 BKKBN berubah dari Badan Koordinasi menjadi Badan Kependudukan KB Nasional sehingga kependudukan bidang yang menjadi urusan dan tanggung jawabnya. Sayangnya, menurut Rizal, hingga kini masih ada persepsi salah dari stakeholder yang menganggap KB hanya alat kontrasepsi semata. Bahkan jauh lebih luas lagi yakni menyiapkan kualitas penduduk untuk membangun masa depan bangsa.

“Mulai dari janin dalam rahim, lahir, kanak-kanak, remaja, dewasa, berkeluarga sampai lansia. Semuanya ditangani melalui program bina-bina keluarga sesuai dengan tingkat usianya. Kita memiliki program-program unggulan seperti BKB (Bina Keluarga Balita), BKR (Bina Keluarga Remaja), PIK-R (Pusat Informasi dan Konseling Remaja), dan BKL (Bina Keluarga Lansia). Jadi jangan alergi dengan kata berencana karena membangun keluarga, bahkan apa pun harus dengan perencanaan yang baik. Hidup kalau terencana, semua lebih mudah. Maka untuk itu perlu dibiasakan memiliki rencana dalam keluarga. Jangan begitu tiba masalah, baru tiba penyesalan,” kata Rizal.


Selanjutnya, sambutan Gubernur DIY, Sultan HB X, dibacakan oleh Sekda DIY, Ir Gatot Septadi. Disampaikan oleh Gatot sebelumnya, bahwa Sultan masih di Jakarta sehingga tidak bisa bersilaturahmi. Dalam sambutannya, Sultan menyatakan bahwa kita bersyukur karena bisa berkumpul bersama dalam acara puncak peringatan Harganas ke XXV di Stadion Sultan Agung Bantul. 


Keluarga, kata Gubernur DIY, merupakan pranata sosial yang pertama dan utama dalam membekali nilai-nilai kehidupan bagi anak sehingga terbentuk karakter manusia sejak dini hingga dewasa. Oleh karena itu, peringatan Harganas XXV 2018 merupakan momentum yang tepat untuk mengingatkan kembali pentingnya keluarga sebagai tempat persemaian putra-putri kita dalam membangun karakter dan menanamkan nilai nilai sosial budya di dalam keluarga, karena keluarga menjadi sarana untuk menanamkan kepribadian untuk menciptakan nilai-nilai luhur bangsa yang itu akan menjadi bekal bagi anak anak nanti ketika terjun di masyarakat. Nilai-nilai agama, kemanusiaan, kebangsaan, keadian sosial dan nilai-nilai moral akab berproses dan ditentukan di dalam keluarga. 


Masyarakat sekarang ini, ujar Sultan, telah berubah. Zaman semakin modern. Ini semua akan berpengaruh dalam karakter anak. Orangtua sibuk bekerja. Anak sibuk dengan teknologi, sehingga mereka cenderung bersikap egoistik dan hedonis. Maka diperlukan komunikasi yang baik, karena hal itu akan membentuk kejujuran anak, mencegah konfilk, juga mencegah kdrt. Oleh karena itu, komunikasi dalam keluarga perlu dilestarikan agar menjadi kekuatan bagi keluarga baik di bidang kesehatan, ekonomi, sosial, budaya, maupun sebagai wahana untuk mewujudkan ketahanan keluarga yang pada akhirnya akan mewujudkan ketahanan nasional.
KB telah ada sejak tahun 1950-an. Meski demikian, kata Sultan, ada yang belum tahu tentang arti pentingnya keluarga berencana. Keluarga Berencana adalah keluarga yang mempunyai rencana untuk masa depan keluarga, yaitu mewujudkan keluarga yang sehat, sejahtera, dan akan melahirkan generasi bangsa yang baik, dengan nperencanaan nyang baik. 
“Maka kita seharusnya memiliki rencana yang baik, dan membiasakan punya rencana yang baik dengan keluarga kita,” terang Sultan.
Tema Hari Keluarga tahun ini adalah, “Hari Kita Semua, Cinta Keluarga Cinta Terencana.” Pesan yang ingin disampaikan di even Harganas kali ini adalah, “Keluarga berketahanan, Indonesia sejahtera, demi menyambut Indonesia Emas 2045.”  Itu akan terwujud jika ada komuniaksi yang di dalam keluarga itu sendiri. Menurut Sultan, ada 4 pendekatan dalam memaknai Harganas kali ini, yakni:
1. Keluarga berkumpul tanpa disibbukkan dengan gadget, TV, atau alat elektronik lainnya;
2. Keluarga brinteraksi, dengan berkumpul, bercengkrama, saling tukar informasi, akan ada interaksi;
3. Keluarga berdaya, dengan memaksimalkan potensinya, keluarga tidak akan bergantung kepada orang lain;
4. Keluarga berbagi dan peduli kepada yang lain.
Sultan berharap dengan peringatan Harganas XXV kali ini keluarga di DIY semakin berketahanan dan sejahtera. Karena, keluarga tempat terindah untuk mewujudkan nilai-nilai luhur kehidupan. Diharapkan setiap individu mampu memahami arti pentingnya keluarga. Yang muda menghormat yang tua, yang tua memberi pitutur luhur kepada generasi muda. Orangtua menjadi orang tua yang bijak dan kuat bagi anak-anaknya. 
“Saya mengajak masyarakat untuk memperhatikan pembangunan ketahanan keluarga dengan menerapkan 8 fungsi keluarga secara optimal: agama, sosial budaya, cinta kasih, perlindungan, reproduksi, pendidikan, ekonomi, lingkungan, guna mewujudkan keluarga kecil bahagia sejahtera,” pungkas Sultan.(*) [Sabrur Rohim, PKB Girisubo]
   


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *